Connect with us

Kab. HSU

Meresahkan Warga HSU, Warung Remang-remang dan Tempat Biliard Dirazia

Diterbitkan

pada

Pengunjung warung remang-remang dan tempat biliard diperiksa razia gabungan petugas Satpol PP, Polres, Kodim 1001 Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Puluhan pengunjung warung remang-remang dan tempat biliard diperiksa razia gabungan petugas Satpol PP, Polres, Kodim 1001 Amt/Blg serta Dinas Perhubungan Kabupaten HSU dalam operasi cipta kondisi, Rabu (23/1) malam.

Operasi yang dilakukan untuk memberantas penyakit masyarakat ini digelar di beberapa tempat berbeda seperti tempat biliard, kawasan minim penerangan, dan warung remang-remang.

Hasilnya, satu orang diamankan petugas karena kedapatan menyimpan obat-obatan terlarang yang langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Meski tidak ada pengunjung yang kedapatan membawa senjata tajam, akan tetapi dari beberapa pengunjung kedapatan tidak memiliki kartu identitas diri (KTP).

Menurut Plt Kepala Satpol PP HSU Sugeng Riyadi mengungkapkan, operasi ini digelar dalam rangka cipta kondisi ketentraman dan ketertiban masyarakat di Kabupaten HSU tetap terjaga.

“Kami sebagai leading sektor bertanggung jawab menciptakan kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban di Hulu Sungai Utara,” katanya.



Razia dimaksudkan untuk menjaga Kabupaten HSU yang bebas dari penyakit sosial masyarakat seperti anak punk, gelandangan, warung remang-remang yang dapat mengurangi kenyamanan di kota Amuntai.

Sugeng mengakui, saat ini warung remang-remang yang beroperasi sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan tindak kriminal, sehingga perlu penertiban.

“Kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dari berbagai pihak, untuk menyikapi kondisi Kabupaten Hulu Sungai Utara yang makin hari makin marak muncul warung-warung seperti ini berdasarkan dari laporan kepala desa,” bebernya.

Satpol PP HSU sudah memberikan surat peringatan dan himbauan bagi semua warung remang-remangdilarang beroperasi atau berdagang di atas pukul 10 malam, dilarang menggunakan pengeras suara berlebihan, bagi pelayan warung dilarang menggunakan pakaian minim, dilarang menjual obat-obatan dan minuman keras.

“Pemilik warung yang masih melanggar, kami dari pemerintah daerah akan melakukan penutupan sepihak,” tegasnya. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares