RELIGI
Meminta Keluasan Rahmat-Nya, Warga Banjarmasin Gelar Shalat Hajat dan Istighosah
BANJARMASIN, Puncak musim kemarau terjadi di bulan September, kebakaran di sebagian besar wilayah di Kalimantan Selatan, baik kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran pemukiman terjadi.
Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kantor Kementerian Agama Kalsel menggelar shalat hajat dan istighosah , di halaman Mesjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (14/9) pagi. Shalat hajat dan istighosah diikuti ribuan warga kota Banjarmasin bersama Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi mengatakan, shalat hajat kali ini merupakan yang pertama, dan bisa saja akan kembali digelar jika diperlukan. “Seandainya masih kemarau panjang nanti diadakan shalat Istisqo. Khusus untuk minta hujan. Tergantung situasi,†kata Fahmi. Baca: Darurat Kabut Asap, Beberapa Sekolah di Banjarbaru Pilih Liburkan Siswanya!
Menurut Fahmi, shalat hajat dan istighosah yang digelar kali ini memohon kepada Allah SWT dengan keluasan Rahmat-NYA menjauhkan bala musibah di wilayah Kalimantan Selatan.
Sementara salah satu peserta shalat hajat dan istighosah, Rahmat, mengaku sangat terganggu dengan kondisi kabut asap yang terjadi di kota Banjarmasin beberapa waktu terakhir. “Merasakan dampaknya di hidung dan pernafasan. Iya alergi, karena asap,†ujar Rahmat.
Meski demikian, pelajar dari MAN 3 Banjarmasin ini mengakui, kabut asap tidak sampai mengganggu jam belajar sekolahnya. “Hanya pusing saja saat di kelas. Dari fasilitas sekolah jadi teratasi,†tutup Rahmat.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin mengungkapkan, baik pemerintah maupun masyarakat berharap, dengan shalat hajat dan istighosah (doa bersama) pertolongan Allah SWT melindungi seluruh wilayah Kalsel.
“Kita bermunajat untuk keselamatan masyarakat Kalimantan Selatan maupun Indonesia pada umumnya,†kata Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.
Paman Birin menekankan, dalam mengatasi Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat saja. “Kita hari ini butuh gotong royong dan kebersamaan dan kadang-kadang kita menolong orang lain itu juga menolong diri kita sendiri. Asap selain mengganggu pernapasan, juga berdampak pada penerbangan dan lain sebagainya,” tambah Paman Birin.
Disinggung ikhtiar lain seperti hujan buatan, Paman Birin menyebut akan berkordinasi dengan BNPB Pusat. “Mungkin dari BNPB Pusat, tentunya kerjasama yang sinergis. Saya juga mendapat informasi, pemerintah pusat sudah mengarah ke sana hujan buatan,†kata Paman Birin. (fikri)
Editor : Bie
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Hukum3 hari yang laluTipu-tipu Ngaku Anggota Polisi, Warga Gunung Tinggi Tanbu Ini Berakhir Bui
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan




