Connect with us

Kota Banjarbaru

MBG Belatung di SMPN 10 Banjarbaru: Siswa Ada yang Shock, Psikologi Sempat Terganggu

Diterbitkan

pada

Aktivitas para siswa SMPN 10 Banjarbaru pada Kamis (30/10/2025). Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara 1 Kota Banjarbaru dilaporkan akan menjalani evaluasi dan sertifikasi ulang pasca kejadian makanan tidak layak konsumsi pada Jumat (24/10/2025) lalu.

Penemuan MBG menu hamburger belatung membuat sebagian murid di SMPN 10 Banjarbaru terlanjur menyantap makanan tersebut.

Kepala SMPN 10 Banjarbaru, M Zaid Setiawan, mengatakan kondisi para siswa didapati sebagian merasakan dampak psikologis setelah sempat mengonsumsi makanan ada belatung.

Baca juga: Jembatan A Yani Km 31 Banjarbaru Dibuka Mulai Sabtu 1 November

Kepala SMPN 10 Banjarbaru, M Zaid Setiawan. Foto: wanda

“Sebagian kecil siswa saja, yakni di dua kelas VII dan VIII, itu pun tidak semua isinya,” ujar Kepala SMPN 10 Banjarbaru, M Zaid Setiawan kepada Kanalkalimantan.com, Kamis (30/10/2025).

Meski sebagian siswa sempat mengalami shock karena sudah terlanjur menyantap sebagian makanannya. Namun, Zaid memastikan seluruh kegiatan di sekolah tetap berjalan normal dan kondusif pasca insiden tersebut.

“Alhamdulillah aktivitas belajar mengajar sejak Senin berjalan baik. Anak-anak tidak menunjukkan gejala yang dikhawatirkan pasca kejadian Jumat lalu,” ungkapnya.

Buntut kejadian ini pula sekolah masih belum menerima distribusi MBG, baik dari dapur yang bermasalah maupun dapur lainnya.

Baca juga: 100 Guru Jalani Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di HSU

Ia mengaku sekolah masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Banjarbaru, karena SPPG yang sebelumnya menyalurkan paket MBG tengah dalam proses evaluasi dan sertifikasi ulang.

“Pihak dapur juga sempat menawarkan jika ingin pindah dapur untuk sekolah kami, namun sementara ini pendistribusian MBG dihentikan dulu menunggu arahan Dinas Pendidikan,” sebut Zaid.

Di samping itu pihak sekolah terus berupaya memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu langkahnya dengan memperketat pengawasan terhadap makanan yang akan diterima siswa.

Baca juga: Amuntai Fair 2025 Dibuka, Hadirkan Produk UMKM dan Edukasi Masyarakat

“Kalau nanti distribusi dimulai lagi, kami dari tim piket MBG di sekolah akan melakukan cross-checking lebih teliti. Jadi sebelum dibagikan ke siswa, akan kami pastikan benar-benar layak konsumsi,” tegasnya.

Zaid pun berharap kejadian serupa tak terulang di kemudian hari, sehingga menjadi pelajaran penting bagi pihak penyedia agar lebih memperhatikan aspek kebersihan dan cara pengolahan makanan.

“Karena program MBG sangat membantu siswa. Hanya saja, ke depan kami berharap pihak SPPG lebih teliti dalam proses memasak dan menjaga kebersihan. Dengan begitu, anak-anak bisa menikmati manfaatnya dengan aman,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca