Connect with us

Kab. HSS

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar KKN di Loksado

Diterbitkan

pada

Penyerahan cindera mata dari pihak UIN Sunan Kalijaga dan UIN ANtasari Banjarmasin kepada Pemkab HSS. Foto: humas

KANDANGAN, Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menjadi lokasi kuliah kerja nyata (KKN) 15 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga,Yogyakarta dan UIN Antasari, Banjarmasin.

Kedatangan mahasiswa disambut Sekda HSS H Muhammad Noor beserta jajaran pemerintahan HSS, Kamis (18/7) di Aula Rakat Mufakat Kantor Sekretariat daerah.  Hadir pada penyambutan kepala SKPD terkait, Camat Loksado Sar Ipansyah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Lapangan, Dosen Pembimbing UIN Antasari Banjarmasin serta Kades Lumpangi.

Sekda M Noor menyatakan, kehadiran mahasiswa UIN untuk melaksanakan KKN merupakan kehormatan bagi HSS. Ia menilai, penempatan di wilayah Loksado sudah tepat, karena Loksado merupakan ikon pariwisata HSS.

Mahasiswa KKN pun diharapkan bisa berinteraksi dengan kearifan warga setempat, yang masih menerapkan gaya hidup tradisional. Meski demikian, dari sisi komunikasi dan informasi, warga Loksado sudah tak lagi terisolasi. “Akses jalannya juga tak masalah lagi, sudah mudah dicapai sarana transportasi,” kata M Noor.

Selain itu, ia juga mengimbau pada Camat, Kepala Desa, maupun pihak terkait lainnya, agar segera berkoordinasi dengan cepat tanggap jika ada mahasiswa peserta KKN yang mengalami sakit. “Atas nama Pemkab HSS kami menyampaikan terima kasih kepada UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari Banjarmasin yang memilih wilayah HSS sebagai tempat KKN, dengan harapan memberi manfaat untuk masyarakat setempat,” ujarnya.

Para mahasiswa pun diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat masyarakat di HSS yang  tradisional dan religius serta menghormati waktu-waktu ibadah dengan tidak membuat keributan. Masyarakat Loksado juga masih  kental kekeluargaan dan gotong royongnya dimana sebagian besar bermata pencaharian petani dan berkebun.

Koordinator KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Didik Krisdiyanto menyatakan apresiasi atas penerimaan jajaran Pemkab HSS. Mulai penjemputan di Bandara, hingga diantar ke lokasi KKN bahkan  diberikan fasilitas tempat tinggal. “Kami diberi amanah lumayan berat untuk mendidik para mahasiswa, agar mereka memiliki bekal kemampuan tak hanya ilmu akademis dan keagamaan. Tapi juga bekal sosial kemasyarakatan,” katanya.

Didik  mengungkapkan Program KKN diharapkan mendidik lebih dari sekedar mahasiswa. JIka dulu program tersebut hanya dilakukan di sekitar Yogya dan Pulau Jawa, kali ini di luar Pulau Jawa, bahkan ke luar negeri. “Mohon bantuan dari pemerintah daerah di sini dan warga Desa Lumpangi, agar mahasiswa kami mendapatkan pengetahuan lebih luas di Kabupaten HSS,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dosen Pembimbing KKN UIN Antasari Yahya Mof  menyampaikan pihaknya memiliki program KKN Nusantara, regular dan ada pula pengiriman mahasiswa KKN ke Luar negeri, di antaranya Serawak. “Kami titipkan lima mahasiswa kami bersama mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk belajar memahami desanya. Tak sebatas kuliah dan paham  teori. Tapi harus paham apa yang terjadi di masyarakat”, katanya. (cel/hms)

Reporter:cel/hms
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->