Kabupaten Banjar
Lihat Ada Kerumunan, Kapolres Banjar Langsung Beri Teguran
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Polres Banjar menurunkan 102 personel mengamankan rapat pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Bupati Banjar dan Wakil Bupati Banjar Pilkada 2020, Kamis (24/9/2020). Pengamanan langsung dipimpin Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo.
Kapolres Banjar mengatakan, agar tidak terlalu banyak orang yang berkerumun, pihak kepolisian memberikan teguran agar tidak berkerumun.
“Tadi ada beberapa yang berkurumun di sini sudah kita beri teguran dan kita suruh masuk ke dalam, sudah disediakan tempat,” ungkapnya.
Agar menghambat penyebaran Covid-19 pihak kepolisian mengimbau agar selalu memakai masker saat beraktifitas.
“Selalu kita ingatkan kepada masyarakat agar selalu jaga jarak, cuci tangan, dan selalu menggunakan masker,” ingatnya.
Beberapa hari ini petugas kepolisian melakukan operasi yustisi menidaklanjuti perintah dari pimpinan di Polda Kalsel. Memang diakuinya, masih ada masyarakat yang tidak patuh dalam protokol kesehatan Covid-19.
“Polres Banjar sudah beberapa hari ini melaksanakan operasi yustisi, ada beberapa pelanggaran, tetapi tingkat kesadaran masyarakat kami anggap sudah tinggi, dan paling tidak masker selalu dipakai dimanapun mereka beraktifitas,” ungkap Andri Koko Prabowo.
“Saya harap masyarakat selalu taat pada protokol kesehatan, selalu cuci tangan, jaga jarak, pakai masker. Demi memutus mara rantai penyebaean Covid-19,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)
Editor : Bie
-
HEADLINE2 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
-
Bisnis2 hari yang laluRumah Produksi Bigfast Diresmikan, Wali Kota Lisa: Terus Perluas Jangkauan Pasar
-
Budaya3 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Banjar Rotasi Empat Pejabat, Berikut Nama-namanya
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Intan Banjar Serahkan Dividen untuk Pemkab Banjar
-
Bisnis2 hari yang laluTerus Naik, Investasi di Kalsel Mencapai Rp35 Triliun pada 2025






