Layanan Rehabilitasi Narkoba Kemenkumham-BNNP Kalsel di Lapas Banjarbaru - Kanal Kalimantan
Connect with us

Hukum

Layanan Rehabilitasi Narkoba Kemenkumham-BNNP Kalsel di Lapas Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Sebanyak 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Banjarbaru mengikuti kegiatan layanan rehabilitasi bagi warga binaan dan tahanan penyalahgunaan Narkotika. Foto : rico

BANJARBARU, Sebanyak 60 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Banjarbaru mengikuti kegiatan layanan rehabilitasi bagi warga binaan dan tahanan penyalahgunaan Narkotika. Rehabilitasi ini digelar Kanwil Kemenkumham Kalsel bekerjasama dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi Kalimantan Selatan (BNNP Kalsel), Senin (25/6), di Lapas Kelas III Banjarbaru

Rehabilitasi adalah proses pemulihan pada ketergantungan penyalahgunaan narkoba (pecandu) secara komprehensif meliputi aspek biopsikososial dan spiritual, sehingga memerlukan waktu lama, kemauan keras, kesabaran, konsistensi, dan pembelajaran terus-menerus.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumkumham Kalsel Ferdinand Siagian didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Asef Sarifudin dihadapan warga binaan mengatakan perlu persiapan seseorang utntuk terlepas dari jerat Narkotika.

“Ketika sudah kenal yang namanya narkotika itu sangat sulit untuk lepas, untuk itu diperlukan ketegasan dan kesungguhan hati yang kuat untuk berhenti dan sekarang mumpung ada rehab lakukanlah yang terbaik,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Asesor dari BNNP Kalsel, Kabid Rehabilitasi Sandra Murthy menjelaskan, setelah dilakukan tes urine, warga binaan pemasyarakatan akan didibuatkan surat pernyataan.


“Kita membuat surat pernyataan bahwa mereka bersedia diperiksa oleh tim Asesmen, bersedia mengikuti program rehabilitasi dan bersedia mengikuti program pasca rehabiltasi setelah dinyatakan selesai mengikuti program rehabilitasi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pelatihan dan terapi bagi peserta layanan rehabilitasi dan juga memberikan perubahan mindset bagi warga binaan pecandu.

“Rehabilitasi adalah suatu kebutuhan dan bukan paksaan, serta memberikan pemahaman dampak dari penyalahgunaan narkotika, sehingga peserta dapat merubah pola hidup yang tidak sehat dari pemakaian narkotika,” bebernya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan