Kanal
Kurangi Dampak Kerugian, Petani Keramba Ikan di Batola Panen Lebih Awal
MARABAHAN, Kurangi dampak kerugian yang berlebih atas matinya ribuan ikan keramba jaring apung, di Sepanjang pinggiran Sungai Barito Kabupaten Barito Kuala, kelompok tani nekat jual hasil panen lebih awal, Selasa (7/2).
Diketahui ribuan ikan keramba jaring apung yang ada di sepanjang sungai Barito Kabupaten Barito Kuala mati mendadak sejak beberapa hari belakangan terakhir, matinya ikan ini diduga karena adanya perubahan kadar air, dampak dari tingginya curah hujan yang terjadi.
“Hari ini saya sengaja datang ke pasar menjual ikan lebih awal dari pada biasanya, walau masih kecil kecil untuk menghindari kerugian yang berlebih, soalnya rata rata ikan di tempat kami dalam beberapa hari belakangan terakhir banyak yang matian,” jelas Diansyah.
Ditambahkan lelaki paruh baya yang mengaku berdagang ikan sejak subuh hari ini, harga ikan yang dijual di pasaran untuk jenis ikan patin hingga nila nampak menurun dari basanya, selain faktor ukuran yang masih kecil dan banyaknya para petambak lain yang berjualan serupa juga berpengaruh pada harga jual ikan di pasaran.
“Untuk hari ini saya membawa satu pikul ikan dengan berbagai jenis, sementara harga jelas saja sekarang sangat turun drastis, kalau normal bisa hingga Rp 38.000 sekarang hanya di hargai Rp 25.000 saja,” akunya.
Diansyah berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, baik dari penyediaan bibit ikan yang baru, hingga diharpkan dapat meringankan beban para petambak ikan yang berdampak, mengingat para petambak mengalami kerugian rata rata hingga Rp 20 juta perorang.
Baca: BREAKING NEWS. Ribuan Ikan Keramba Jaring Apung di Batola Mati Mendadak!
Sebelumnya, ribuan ikan keramba jaring apung, di Sepanjang pinggiran Sungai Barito Kabupaten Barito Kuala mati mendadak. Alhasil kelompok tani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Adapun jenis ikan yang dikerambakan ini adalah ikan nila hingga ikan patin, mayoritas berdampak terbanyak didata beradi di Kecamatan Marabahan hingga wilayah Kecamatan Bakumpai.
“Matinya ribuan ikan milik kami ini sejak tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan terakhir,mungkin berpengaruh pada pH air yang ada,” kata Amat petambak Asal Desa Lepasan.
Atas kejadian ini dirinya merugi hingga 5 juta rupiah, ironisnya ikan yang dibudidayakannya ini masih berukuran kecil dan masih belum siap panen sehingga ikan yang mati tidak dapat dijual ke pasar.”Ikan ditempat saya ini masih kecil-kecil, seandainya ukuran lumayan sebelum mati bisa saya jua kepasar, namun nyatanya seperti ini ya saya hanya bisa pasrah saja,” akunya. (Eno)
Editor : Chell
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluLandmark Kalsel Ini Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Terus Matangkan Persiapan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluKontingen Banjarbaru Berkekuatan 148 Orang Turun ke Popda Kalsel 2026
-
Olahraga2 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Dimulai, Empat Cabor Dipertandingkan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Banjar Tekankan Penggunaan DTSEN
-
HEADLINE2 hari yang laluJemaah Haji Tertua 102 Tahun dari Kalsel, Mbah Kasrun: Rajin Ibadah
-
HEADLINE16 jam yang laluPSN dan Konsesi Perparah Ancaman El Nino di Kawasan Gambut Kalimantan





