Connect with us

HEADLINE

Kontraversi Kepala BGN Dicopot: MBG Ramadan, Trail Listrik hingga MBG ke Arab Saudi

Diterbitkan

pada

Kepala BGN Dadan Hindayana memberi keterangan pers di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Selasa (17/3/2026). Foto: Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mencopot Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Pencopotan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kantor presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai wakil kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Teken Kerjasama Amanah Medical Centre dan BPJS Ketenagakerjaan, Layanan bagi Peserta Segera Dibuka!

Bersamaan dengan itu, Presiden juga menunjuk Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya untuk mengisi posisi pimpinan di lembaga tersebut.

Dadan pertama kali dipercaya memimpin BGN pada masa akhir pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), setelah dilantik pada 19 Agustus 2024. Saat itu, BGN dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Di luar tugasnya sebagai pejabat negara, Dadan dikenal sebagai akademisi yang berkiprah di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang Proteksi Tanaman di IPB pada periode 1986–1990, sebelum melanjutkan studi ke University of Bonn dan Leibniz Universität Hannover, yang keduanya diselesaikan pada 1997.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dadan memiliki jabatan akademik sebagai lektor dengan kualifikasi pendidikan doktoral (S3). Selama karier akademiknya, ia juga menghasilkan berbagai publikasi ilmiah, termasuk jurnal bereputasi internasional.

Baca juga: Hingga Mei Luas Tambah Tanam Padi di Kalsel 244.873 Hektare

Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN yang dicopot Presiden Prabowo Subianto kerap kali menjadi sorotan publik, akibat sejumlah pernyataan dan kebijakan yang menuai kontroversi sebelum perombakan dilakukan.

Sejumlah pernyataannya terkait program MBG, kebijakan anggaran, hingga rencana perluasan program ke luar negeri ramai diperbincangkan publik dan viral di media sosial.

 

Pernyataan Susu Dua Liter

Salah satu pernyataan yang menuai kritik adalah imbauan konsumsi susu hingga dua liter per hari. Dadan menyebut hal itu berdasarkan pengalamannya terhadap kedua anaknya yang mengalami pertumbuhan tinggi badan setelah rutin mengonsumsi susu dalam jumlah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 26 Mei 2025.

Baca juga: Khalesa Khaira Wakili Kabupaten Banjar ke Ajang Putri Pelajar Tingkat Nasional Tahun 2026 

Namun, pernyataan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat, mengingat masih banyak keluarga yang belum mampu membeli susu dalam jumlah besar.

 

Sorotan Pengawasan Program MBG

Selain itu, pelaksanaan pengawasan program MBG juga menjadi perhatian. Sejumlah kasus dugaan keracunan makanan di beberapa daerah memunculkan pertanyaan terkait standar mutu makanan yang disalurkan kepada siswa.

Dadan sebelumnya menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan program tersebut.

Namun, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan lembaganya tidak terlibat langsung dalam pengawasan standar kelayakan dapur dan makanan, melainkan hanya menangani kasus ketika terjadi keracunan.

 

Kritik Pengadaan dan Anggaran

Sorotan juga muncul terhadap pengadaan kendaraan sepeda motor trail listrik yang diduga merupakan model Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp42 juta hingga Rp56,8 juta per unit.

Baca juga: Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Kapuas 2026 Digelar

Publik menilai anggaran tersebut kurang tepat di tengah kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

Selain itu, BGN juga disorot terkait anggaran Rp 5,7 miliar untuk langganan layanan konferensi daring (Zoom) periode April–Desember 2026, atau sekitar Rp 633 juta per bulan.

Menanggapi hal tersebut, Dadan menjelaskan bahwa anggaran itu digunakan untuk sistem enterprise terpusat yang dikelola Pusdatin BGN, bukan sekadar aplikasi rapat biasa.

Sistem tersebut disebut mendukung sekitar 5.000 pengguna aktif dan hingga 50.000 peserta.

 

Program MBG saat Ramadan

Kontroversi lain muncul saat program MBG tetap berjalan selama Ramadan 2025. Dadan menyebut makanan yang diberikan ditujukan agar siswa dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menu yang disiapkan antara lain susu, telur rebus, kurma, buah, dan makanan tahan lama lainnya.

Baca juga: Pemkab HSU Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila

Namun, di lapangan, sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan menu yang dianggap sederhana, seperti roti, sereal instan, dua butir kurma, dan telur rebus, yang kemudian menuai kritik warganet.

 

Rencana MBG ke Arab Saudi

Pernyataan lain yang turut menjadi sorotan adalah rencana perluasan program MBG ke Arab Saudi, khususnya untuk sekolah di Jeddah.

Dadan Hindayana menyebut rencana tersebut mendapat sambutan dari pihak sekolah di sana.

“Mereka antusias menanti kedatangan saya dan ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya,” katanya yang dikutip dari Instagram @rumpi_gosip.

Ia juga menyebut adanya perbedaan biaya penyediaan makanan di Arab Saudi, yakni sekitar 15–20 riyal per porsi atau setara Rp 70.000 hingga Rp 94.000, dibandingkan Rp 15.000 per porsi di Indonesia.

Baca juga: TP PKK Mantangai Ikuti Jambore Kader PKK Kabupaten Kapuas 2026

“Setelah kembali, tentu saya lapor dahulu ke presiden karena saya tidak mau mendahului,” tuturnya.

Pernyataan dan kebijakan tersebut kemudian ramai diperbincangkan publik di media sosial sebelum akhirnya Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. (Kanalkalimantan.com/Beritsatu)

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca