WARGA+62
Kisahnya Viral, Transgender Muslim Dituduh Penyebab Kematian Orang Tuanya
KANALKALIMANTAN.COM – Kisah Amar Alfikar, seorang transgender asal Indonesia tengah viral di media sosial. Pengakuan yang ditulis melalui akun Twitter @aalfikar pada Rabu (10/6/2020) memancing banyak reaksi warganet.
Dalam unggahan itu, Amar menceritakan perjuangannya sebagai transman di tengah kondisi keluarga komunitas Muslim. Dia mengaku, sempat dituduh menjadi penyebab kematian orang tuanya.
Amar lahir sebagai perempuan dan juga memakai hijab. Tapi belakangan ia merasa tidak nyaman dengan identitasnya tersebut.
“Saya seorang transman dari Indonesia. Saya dilahirkan sebagai wanita, berdasarkan organ seksual, saya tidak pernah merasa nyaman dengan itu. Saya kemudian menyadari bahwa diri ini merasakan ketidakcocokan dengan jenis kelamin dan gender tersebut,” tulis Amar, disadur Suara.com –jaringan Kanalkalimantan.com-, Kamis (11/6/2020).
Dibesarkan dalam keluarga dan komunitas Muslim membuat Amar merasa takut dan meragukan norma serta nilai heteronormatif.
Kedua orang tua Amar ternyata menerima keputusan Amar dengan mengubah identitasnya menjadi laki-laki.
“Mereka selalu mendukung saya untuk terus berjuang dan mengejar impian saya. Mereka bahkan bersedia bersaksi ketika saya mengajukan permintaan untuk mengganti nama di pengadilan sipil,” tutur Amar.
Namun pada hari saat hakim menyetujui permintaan Amar untuk mengganti nama, ayahnya meninggal dunia.
“Ibu memberitahu saya saat itu: Ayah sudah menunggu selama ini, dia tidak akan pergi sebelum memastikan bahwa kamuu bisa melanjutkan hidup,” ucap Amar menirukan perkataan ibunya.
Dalam masa yang sulit, ibunya meminta dan mendukung Amar untuk terus menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
“Ketika saya akhirnya lulus, dia menangis sepanjang hari. ‘Aku benar-benar bangga padamu,’ katanya,” ujar Amar.
Tahun lalu, ibu Amar meninggal dunia. Seminggu setelahnya, Amar menemukan puisi-puisi yang dikirim untuk ibunya melalui Whatsapp ternyata masih disimpan.
Bahkan, sang ibu menamai nomor kontak dirinya dengan nama Amar Alfikar.
Pasca ditinggal kedua orang tuanya, Amar sebenarnya diterima oleh sebagian besar anggota keluarga. Ada beberapa kerabat jauh secara teratur datang dan mengunjungi.
“Tapi beberapa dari mereka terus menyerang identitas saya, menuduh saya bahwa saya adalah alasan orang tua saya meninggal,” ucap Amar.
Ia menambahkan, “Tidak hanya itu, mereka sering memegang payudara saya, bahkan bagian lain dari tubuh saya, dan terus berkata ‘Lihat? Ini adalah bukti besar bahwa kamu adalah seorang gadis!”
Menurut Amar, bullying dari kerabatnya ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Sebab, ia yakin, orang tua Amar pasti akan membela.
“Pelecehan ini menyebabkan saya sangat kesakitan, dan saya menyadari saya benar-benar perlu menjalani operasi sesegera mungkin,” kata Amar.
Ia juga telah merencanakan untuk pindah ke kota lain agar lebih aman, tetapi untuk saat ini tidak mungkin karena Covid-19.
Amar berencana melakukan operasi kelamin. Ia percaya operasi ini akan menghilangkan rasa sakit yang dirasakannya
Saat ini ia sedang mengumpulkan uang. Amar juga membuka donasi jika ada orang yang ingin membantunya. (suara.com)
Editor : kk
-
HEADLINE2 hari yang laluEl Nino Sebabkan Situasi Hidrologis Kalsel Semakin Menurun
-
HEADLINE2 hari yang laluKrisis Air Pemadaman Karhutla di Kalsel, Pemerintah Siapkan Sumur Bor
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluMenembus Kabut Asap di Bawah Fly Over Banjarmasin Anak Muda Berbagi Masker
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Terkait Karhutla
-
HEADLINE2 hari yang laluKemenhut Bekukan Izin PT MPK di Kalbar Gegara Karhutla Berulang
-
HEADLINE2 hari yang laluKelelahan Nyaris Pingsan Hadapi Asap Tebal Karhutla di Palangka Raya





