Connect with us

HEADLINE

“Tebang Pilih” Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19 di Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru HR Budiman. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejak dikeluarkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 27 Tahun 2020, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Banjarbaru gencar melakukan pendisplinan di berbagai titik kerumunan masyarakat.

Alih-alih upaya tersebut sudah dianggap maksimal, justru banyak yang menilai pendisplinan di wilayah Banjarbaru terkesan tebang pilih, lantaran hanya menyasar para pelaku usaha golongan ke bawah. Contohnya, seperti pedagang kaki lima (PKL), pedagang pasar, maupun pedagang warung.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Banjarbaru. Bahkan, wakil rakyat menilai penegakan protokol kesehatan Covid-19 di Banjarbaru seperti pisau yang hanya tajam ke bawah.

“Kami sepakat seharusnya penegakan protokol kesehatan Covid-19 itu seperti silet yang tajam ke semua arah,” kata Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru HR Budiman, Senin (12/10/2020).



Budiman sendiri mengakui, pendisplinan protokol kesehatan di Banjarbaru memang sangat jarang menyentuh para pelaku usaha kalangan atas, seperti cafe, restoran maupun tempat hiburan. Hal ini yang menurutnya dapat memunculkan stigma di kalangan pelaku usaha lainnya.

“Kalau lemah dari segi penegakan, ya itu memang lemah. Seharusnya, penegakan protokol kesehatan tidak pandang bulu. Perwali itu kita dukung. Tapi harus komprehensif,” tegasnya.

Rencananya, Komisi I DPRD Banjarbaru akan mengagendakan pertemuan dengan Satgas Covid-19, membahas sejauh mana langkah-langkah penegakan protokol kesehatan yang selama ini telah berjalan. Termasuk mendalami berbagai permasalahan di lapangan.

“Kami akan memanggil Satgas Covid-19 Banjarbaru. Kita ingin mengetahui sejauh mana langkah-langkah penegakan Covid-19. Pokoknya kita hearing dan evaluasi. Karena jujur saja, kami selalu memantau kinerja Satgas dan ini selalu menjadi pembicaraan anggota dewan,” aku kader PDIP ini.

Komisi I DPRD Banjarbaru sendiri menginginkan prioritas utama Satgas Covid-19 tak hanya dalam upaya penegakan dan pendisplinan saja. Melainkan, sosialiasi dan edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat Banjarbaru demi budaya yang lebih sehat.

Kendati demikian, Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu membantah adanya pilih-pilih dalam upaya penegakan protokol kesehatan di kota berjuluk Idaman. Ia menegaskan bahwa Satgas Covid-19 telah melakukan penegakan protokol kesehatan ke seluruh lini masyarakat.

“Saya rasa tim Satgas sudah masuk ke seluruh lini dalam upaya penegakan. Bahkan, kita juga sudah memanggil sejumlah forum pelaku usaha untuk berdikusi dalam mematuhi aturan protokol kesehatan. Prisipnya kita semua sama-sama jalan,” terangnya. (kanalkalimantam.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->