Connect with us

Kota Banjarmasin

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Rektor ULM Kaji Ulang Kuliah Tatap Muka!

Diterbitkan

pada

Rektor ULM Sutarto Hadi mengkaji ulang wacana perkuliahan tatap muka pertengahan Maret ini. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARAMASIN – Tingkat penularan Covid-19 di Kalimantan Selatan utamanya di Kota Banjarmasin masih tinggi. Hal ini membuat Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr Sutarto Hadi mempertimbangkan ulang rencana membuka kembali perkuliahan tatap muka di kampus pada pertengahan Maret 2021.

“Kami masih belum berani melaksanakan, tentu tidak ingin ambil risiko,” katanya kepada Kanalkalimantan.com, Rabu (3/3/2021) Siang.

Sutarto mengatakan, ada beberapa kasus dosen yang beraktivitas interaksi langsung dengan mahasiswa terkena Covid-19, walaupun tanpa gejala.

“Jadi kami menghawatirkan kalau 30.000 orang yang kuliah berkumpul di kampus tentu akan menjadi penularan yang masif,” terangnya.



Diakui Sutarto, sebelumnya sempat menggelar rapat Senat tanggal 26 Januari tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021.

Pada rapat senat itu, ada usul dari sebagian besar anggota senat yang mengatakan bahwa ada mahasiswa baru yang belum mengenal dosen pembimbing dan kampus. Maka menyikapi hal tersebut, pada saat diakhir semester akan melaksanakan tatap muka.

Dan sudah mengedarkan surat tentang keputusan dengan beberapa opsi, salah satunya dari 16 kali pertemuan perkuliahan, itu di pertemuan akhir bisa dilaksanakan secara langsung di atas tanggal 15 Maret 2021.

Namun, untuk pelaksanaan pengajaran tatap muka, Sutarto mengakui belum bisa mengambil keputusan apakah dilaksanakan atau tidak.

“Masih begini kondisinya, dengan sangat terpaksa kami belum bisa memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, sehingga perkuliahan tetap dengan metode daring, jadi kita tunggu saja, semoga lekas membaik,” tegasnya.

Pada surat tertanggal 28 Januari 2021 berdasar hasil rapat senat tanggal 26 Januari 2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021, Sutarto menghimbau agar penyelenggara pembelajaran secara campuran tatap muka dan dalam jaringan (hybrid learning) dilakukan secara hati-hati, penuh kewaspadaan, dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dalam surat tersebut juga meminta untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka telah memperoleh dukungan penuh dari orangtua / wali, pemerintah daerah, satgas penanganan Covid19 setempat.

“Termasuk evaluasi secara periodik terhadap pembelajaran tatap muka yang telah diselenggarakan,” terangnya.

Mengutamakan kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan fakultas masing-masing. Apabila fakultas/program pascasarjana betul-betul belum siap, maka dipersilakan melaksanakan pembelajaran secara daring. (Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->