Kanal
Karhutla di Sampit Sebabkan Asap Pekat, Pemotor Tabrak Pohon
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membuat asap pekat yang menurunkan jarak pandang pengguna kendaraan. Teranyar, seorang pemotor terekam video menabrak pohon, karena asap yang begitu pekat.
Sebuah video yang direkam dari dalam mobil memperlihatkan asap kecoklatan yang sangat pekat. Video tersebut pun sudah viral dan beredar di beberapa jejaring media sosial. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah @agoez_bandz4.
Saking pekatnya, hanya terlihat seorang pemotor yang sedang berhenti di sisi kiri jalan. Tak lama, terlihat ada seorang pemotor yang keluar jalur dan menabrak pohon hingga terjatuh.
“Enam Provinsi sudah menyatakan Darurat Kebakaran Hutan. Jutaan masyarakat terkepung asap dan terancam penyakit pernapasan,†tulis @agoez_bandz4 pada caption.
Samar-samar terlihat beberapa pengguna jalan yang berjalan dengan kecepatan rendah karena pekatnya asap, membuat jarak pandang terbatas.
Warganet pun ramai memberikan komentar terhadap video tersebut. Tak sedikit yang menyinggung pemerintah untuk segera mengatasi bencana kebakaran hutan di Kalimantan, karena sudah sangat mengganggu dan membahayakan bagi pengguna jalan.
“Itu yang nabra pohon mbok ditolong dulu, kasihan dia,â€Â kata @ffahmiaam.
“Ya Allah ngeri banget. Sampai kendaraan di depannya nggak kelihatan.†ujar @marianaelfa17. (suara.com)
Editor : KK
-
HEADLINE3 hari yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
kampus3 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk
-
HEADLINE1 hari yang laluSetahun Disegel, Begini Kondisi TPA Basirih Sekarang
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluPelantikan 43 Pejabat Pemkab HSU, Ini Kata Bupati Sahrujani
-
Kota Martapura3 hari yang laluMasuk April Wali Kota Yamin Minta Percepatan Realisasi Anggaran
-
HEADLINE1 hari yang laluKuota Kirim ke TPA Banjarbakula Dipangkas, Sampah ‘Menggunung’ di Banjarmasin







