Connect with us

HEADLINE

Kantongi 17% Suara, Golkar Tak Mau Cuma Jadi ‘Ban Serep’ di Pilwali Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Ketua DPD Golkar Banjarbari AR Iwansyah Foto : net

BANJARBARU, Bursa kandidat calon walikota Banjarbaru terus menggelinding. Meski peluit tanda dimulainya Pilkada belum ditiup, beberapa nama mulai mengemuka ke publik. Sebagai peraih suara terbanyak Pemilu 2019 sebesar 17,87%, Partai Golkar dipastikan menjadi penentu peta politik di Pilkada Banjarbaru 2020. Maka, Golkar pun enggan jika nanti sekadar menjadi ‘ban serep’ alias menempatkan kader terbaiknya sebagai wakil walikota. Sebab peluang mengusung kader sendiri (walikota) dan menang, masih sangat terbuka!

Beberapa waktu ini, desas-desus siapa yang akan maju dalam Pilkada di Banjarbaru mulai menyeruak. Selain Nadjmi Adhani, yang dipastikan maju kembali sebagai incumbent dengan tetap menggandeng duetnya saat ini yakni Ketua PPP Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, juga muncul sebagai penantang Ketua DPC Gerindra Banjarbaru Syahriani, Ketua DPW PPP Kalsel Aditya Mufti Ariffin, dan Ketua DPD II Golkar Banjarbaru AR Iwansyah.

Kabar yang beredar, Ovi—panggilan Aditya Mufti Ariffin, yang bertekat tarung di Banjarbaru akan merangkul Iwansyah sebagai wakilnya. Sebab dengan suara PPP yang diraih saat pemilu lalu, sangat riskan baginya jika berlaga tanpa kekuatan koalisi partai lain. Walhasil, perlu kekuatan tambahan untuk melawan imcunbent dan kandidat partai lain.

Opsi ini, menjadi jurus ‘belah sel’ kekuatan lawan. Sebab dia yakin, suara PPP akan menjadi terpecah jika kedepannya incumbent tetap membawa Darmawan Jaya. Maka sebagai perimbangan, kubu PPP juga akan menerapkan langkah sama dengan menggandeng Iwansyah sebagai wakil. Jika trik ini berhasil, otomatis sokongan Golkar atas Nadjmi tidak akan terjadi lagi pada pilkada nanti. Persoalannya, apakah Golkar akan merasa nyaman berada dalam koalisi di bawah PPP?

Kepada kanalkalimantan.com, Ketua Golkar Banjarbaru AR Iwansyah memang mengakui mendengar jika namanya disandingkan dengan Ovi. Namun, ia sendiri memilih untuk tidak ambil pusing terhadap kabar yang beredar tersebut. Dirinya mengatakan setiap orang dapat menyandingkannya dengan siapa saja karena didalam politik itu semuanya dapat terjadi.

“Tidak ada masalah dengan kabar itu. Saya juga liat sudah ada foto saya berpasangan dengan Aditya. Ya, tidak masalah. Kemungkinan itu bisa terjadi, bisa juga tidak. Karena politik itu dinamis,” ujarnya ditemui di DPRD Banjarbaru.

Dengan perolehan suara pemilu lalu, Iwansyah masih berpikir partainya akan mengusung kader sendiri pada Pilwali 2020. Terkait nama siapa yang akan maju, baik dirinya sendiri atau orang lain, Iwansyah mengatakan semua itu adalah keputusan dari pusat. “Yang jelas Pilwali nanti Golkar akan mengusung kadernya sendiri apalagi banyak kader yang potensial,” tegasnya.

Ia menjelaskan nantinya nama-nama kader akan disaring lalu diajukan ke pimpinan provisi lalu diteruskan ke pusat untuk mendapat persetujuan. “Kader yang akan dicalonkan harus sesuai aturan yang jadi pedoman Golkar selama ini, Juklak nomor 06 2016. Pasti dari pusat mempunyai penilaian terhadap kader tersebut dilihat dari elektibilitasnya, loyalitas, dan dedikasi terhadap partai,” ucapnya.

Walau disadari, membuka pintu koalisi dengan partai lain tetap menjadi keharusan. Mengingat suara Golkar memang terpaut sedikit saja dengan Gerindra yang mengantongi 16,2% suara. Pemilu lalu, Golkar memanen suara sebanyak 22.143, sedangkan Gerindra membuntuti dengan selisi suara 1996, yakni 20.147 suara. Namun tragisnya,  hasil dari pembagian suara di daerah pemilihan, menyebabkan Gerindra menjadi parpol dengan perolehan kursi terbanyak yakni 6 kursi. Sedangkan Golkar disebut stagnan di 5 kursi saja. “Saat ini masih belum ada pembahasan (koalisi dengan siapa). Yang harus diketahui, Golkar memiliki hubungan baik dengan semua partai. Jadi semua kemungkinan itu bisa tejadi, termasik koalisi TKD 01,” tandasnya.

Sebelumnya, kepada kanalkalimantan.com, Ovi yang juga putra mantan Gubernur Rudy Ariffin ini belum scera gamblang menyatakan maju di Banjarbaru. Meskipun, kans kuat untuk maju melalui kota Idaman ini tak ditepis sejumah kalangan. “Kita masih berproses, tunggu aja. Kemungkinan antara Kabupaten Banjar atau Kota Banjarbaru, waktunya juga masih lama,” katanya.

Proses yang dimaksud mantan anggota Komisi III DPR RI ini, tentunya adalah sejumlah survei serta peta dukungan publik. Sebab sampai saat ini, peta politik masih sangat cair untuk bisa dijadikan arah yang hendak dituju. “Survey akan dilakukan dalam beberapa minggu kedepan. Setelah hasil survey keluar, selanjutnya akan melihat pandangan tokoh-tokoh masyarakat untuk kemudian diskusikan,” ungkap politisi muda ini.

Menanggapi kemungkinan benturan dengan Jaya, Ovi mengatakan, tidak masalah jika kelak dirinya dan Jaya maju bersama. “Yang menentukan kan adalah DPP Partai, siapa yang mendapat mandat dari pusat. Jadi antara saya dengan Pak Jaya tidak ada masalah. Kalau Pak Jaya yang mendapat mandat, mungkin kalau saya maju di Banjarbaru akan mencari partai lain sebagai pengusung atau jalur independen,” tandasnya.

Meski begitu hal ini masih kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, karena Ovi sendiri sampai saat ini belum memutuskan maju di Kabupaten Banjar atau Kota Banjarbaru. “Kami di PPP selalu melaksanakan sesuatu diputuskan secara demokratis dan penuh rasa kekeluargaan. Jadi tidak ada perang saudara di PPP,” pungkasnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->