Connect with us

HEADLINE

KALSEL BERDUKA. Ulama Kharismatik Tuan Guru Kapuh Berpulang ke Rahmatullah

Diterbitkan

pada

KH Muhammad Ridwan atau Guruh Kapuh. Foto:hulusungaiselatan.go.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, KANDANGAN – Innalilahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka menyelimuti warga Kalsel khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Ulama kharismatik dari Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS, KH Muhammad Ridwan atau dikenal Guru Kapuh dikabarkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Kandangan, Rabu (11/8/2021) sekitar pukul 09.05 Wita.

Guru Kapuh -sapaan akrab beliau-, tutup usia di usia 55 tahun.

Kabar meninggal dunia Guru Kapuh dengan cepat menyebar.



 

 

Baca juga: Perpanjangan PPKM Jadi ‘Pukulan’ Berat Pedagang Pasar Malam di Pasar Ulin Banjarbaru

Banyak warga menshare informasi di media sosial (Medsos) bahwa Pimpinan Majelis Taklim Al Hidayah, Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, telah berpulang ke Rahmatullah.

Silsilah dan Masa Kecil Guru Kapuh

Dikutip Kanalkalimantan.com dari uin-antasari.ac.id, nama lengkap ulama kharismatik ini adalah Muhammad Ridwan, lahir di Desa Kapuh pada tanggal 7 Januari 1965, ayahnya bernama H Hasan bin Baseri, ibunya bernama Hj Jauhar binti H Athaillah bin H Abdul Qadir bin H Sa’duddin atau H Muhammad Tayyib Taniran (Datu Taniran) bin HM As’ad bin Puan Syarifah binti Syekh H Muhammad Arsyad Al Banjari.

Sejak kecil ia telah dididik oleh orangtuanya dengan pendidikan agama, baik secara langsung oleh orangtuanya sendiri maupun melalui guru mengaji yang ada di desa tempat tinggalnya.

Orangtuanya dikenal masyarakat sekitar sebagai tokoh yang sering memberikan ceramah dan khutbah, sehingga masyarakat menyebutnya dengan Tuan Guru H Hasan Baseri.

Walaupun orangtuanya termasuk golongan orang yang mampu namun Muhammad Ridwan tidak serta merta bergantung kepada finansial orangtua.

Selain cerdas ia juga merupakan anak yang sangat menaati kepada orangtua, salah satu bukti kepatuhannya ia tidak membantah pilihan sekolah yang diarahkan orangtua, sehingga di setiap sekolah yang ia masuki, ia manfaatkan untuk menimba ilmu dengan sebaik-baiknya.

KH Muhammad Ridwan belajar Al Qur’an kepada KH Hurairah (dikenal dengan sebutan Guru Hurai) bin KH Muhammad Aini Al Hafizh, Desa Pandai, Kecamatan Kandangan.

Pada masa itu Guru Hurai adalah satu-satunya Qari yang fasih dalam membaca Al Qur’an dan menjadi rujukan Tajwid Al Qur’an bagi masyarakat Hulu Sungai Selatan, di mana murid-murid beliau banyak yang menjadi Qari-Qari terkenal, minimal memiliki bacaan Al Qur’an yang bagus, termasuk di antaranya KH Muhammad Ridwan dari Kapuh.

Baca juga: Suami di Kalbar Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Selingkuhan Istri

Walaupun ia tidak termasuk orang yang hapal Al Qur’an, namun saat membacakan dalil ayat Al Qur’an sangat bagus dan lancar, terkadang jika ragu-ragu meminta koreksi kepada jemaah kalau ada kesalahan bacaan.

Di masa remajanya, Muhammad Ridwan dikenal baik, tidak nakal, cerdas dalam belajar dan gigih dalam menuntut ilmu, sehingga bukan hanya ilmu-ilmu agama yang ia kuasai tapi juga ilmu-ilmu umum. Selain itu, ia aktif juga berorganisasi di masyarakat.

Menurut Gazali Rahman yang merupakan teman dekat saat remajanya, “Guru Ridwan pernah menjabat sebagai wakil ketua Karang Taruna Desa Kapuh dan menjadi Ketua Remaja Masjid Al Hidayah.

Pengalamannya dalam berorganisasi inilah yang membuat yayasan yang didirikannya berkembang pesat dan organisasi yang diikutinya berperan aktif di masyarakat. KH Muhammad Ridwan Baseri menikah dengan seorang perempuan bernama Hj Nailah.

Dari pernikahannya ini ia dikaruniai lima orang anak, dua laki-laki, tiga perempuan yaitu : Ahmad Fauzan, Khafifah, Khalilah, Rahel Maryam dan Muhammad Ihsan Zaini. (kanalkalimantan.com/al)

Reporter : al
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->