Connect with us

FESTIVALAND

Ipul Harry ‘Jejak Si Bungul’ Bicara Komedi Kedaerahan di FESTIVALAND

Diterbitkan

pada

FESTIVALNAD 2019 di lapangan Murjani Banjarbaru menghadirkan Youtuber kenamaan asal kota Martapura yakni Ipul Harry “Jejak Si Bungul”. Foto : rico

BANJARBARU, FESTIVALAND mendorong anak-anak muda untuk berkreatif dan berinovatif di zaman yang serba canggih saat ini. Seperti halnya, dengan menghadirkan Youtuber kenamaan asal kota Martapura yakni Ipul Harry.

Youtuber yang dikenal dengan channel Jejak Si Bungul (Si Bung Ipul) ini, memang telah banyak menyita perhatian masyarakat Kalsel lewat konten video kocaknya. Kedatangan Ipul sendiri di gelaran FESTIVALAND 2019 Banjarbaru sharing ilmu mengenai potensi dan perkembangan konten industri komedi kedaerahan.

Ipul, mengakui di era ini, banyak sekali masyarakat umum yang memilih untuk menjadi Youtuber dengan berbagai konten-konten video yang unik. Bahkan, para artis yang sudah malang melintang di dunia hiburan justru memutuskan untuk mendirikan chanel sendiri di sosial media Youtube.

Bagi Ipul, hal tersebut bukan menjadi halangan. Justru dapat dijadikan acuan bagi anak muda untuk mengembangkan kreatifitas mereka.

“Setiap hari kita harus berpikir, video apa yang kita buat hari ini, besok, dan hari selanjutnya. Kita terus dipacu seperti itu. Intinya, jangan sampai channel kita itu kosong. Disinilah kreatifitas dan imajinasi kita digunakan,” katanya saat menjadi pembicara di mini stage FESTIVALAND 2019 di lapangan Murjani, Sabtu (20/7).

Tentu, konsistensi pada materi video yang dibuat juga tidaklah mudah, apalagi dengan konten insdustri komedi kedaerahan. Menurut Ipul,  komedi kedaerahan akan semakin terlihat lucu jika sudah mengetahui candaan khas daerah masing-masing. Selain itu juga, tidak lepas dari aspek tradisional.

“Tidak dipersiapkan. Jadi spontan dan kejadiannya tidak masuk akal, itu yang lucu. Sebenarnya, orang yang tidak lucu sehari-harinya, saat berakting di depan kamera justru bisa yang paling lucu. Jadi spontan saja,” katanya.

Selain Ipul Harry, FESTIVALAND juga mengajak berbagai komunitas untuk ambil bagian dalam keseruan Talk Show di Mini Stage. Contohnya, “Malu Dong Banjar” yang merupakan gerakan peduli lingkungan.

Bebenk, salah satu anggotanya, mengatakan tujuan dibetuknya gerakan ini untuk mengedukasi orang dan membudayakan rasa malu bagi siapapun yang membuang sampah sembarang.

“Jadi di FESTIVALAND ini kita diajak bekerja sama untuk mensosialiasikan dan mengedukasi teman-teman yang datang kesini untuk peduli lingkungan dari sampah. Karena sampah ini sendiri sudah menjadi permasalan kita sejak lama,” katanya.

Gerakan “Malu Dong Banjar” ini juga turut menjual berbagai merchandise di FESTIVALAND, seperti asbak portabel yang tahan api agar pengunjung tidak membuang putung rokok sembarangan. Selain itu penolakan terhadap sampah plastik, juga diinsiasi lewat penjualan sedotan besi. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->