Connect with us

Bisnis

Ingenico TravelHub Membuka Rute Pembayaran Baru bagi Perusahaan Perjalanan

Diterbitkan

pada

Ingenico TravelHub. Foto : ist

Travelhub dari Ingenico memungkinkan perusahaan perjalanan agar terhubung dengan kapabilitas pembayaran dengan mudah dalam pasar yang berkembang pesat, meningkatkan konversi dan pendapatan online.

Ingenico Group (Euronext: FR0000125346), pemimpin global dalam pembayaran mulus telah meluncurkan TravelHub (http://www.ingenico.com/travelhub), solusi yang dibuat untuk menghubungkan perusahaan perjalanan dengan kapabilitas pemrosesan pembayaran global end-to-end milik Ingenico dan gerbang regional di seluruh Asia, Amerika Latin, dan Eropa.

TravelHub memungkinkan perusahaan perjalanan untuk mengakses lebih dari 150 metode pembayaran dengan mudah — termasuk kartu kredit dan solusi pembayaran alternatif – dan pilihan mata uang yang relevan bagi pelanggan mereka. TravelHub menawarkan kapabilitas penyaluran transaksi pintar di seluruh platform pembayaran, menambah tingkat konversi, sehingga kemudian, meningkatkan pendapatan dari penjualan perjalanan online.

 Travelhub dari Ingenico menawarkan koneksi langsung yang simpel dengan kapabilitas pembayaran global, serta integrasi dengan sistem distribusi global maskapai penerbangan terkemuka (global distribution systems / GDS), seperti Amadeus, Sabre, dan Navitaire, serta sistem manajemen properti hotel (property management systems / PMS). Ini membantu bisnis perjalanan menangani kompleksitas dalam mengelola berbagai sistem, penyedia layanan pembayaran (payment service providers / PSP) dan acquirer (Bank atau Lembaga Selain Bank yang melakukan kerjasama dengan pedagang, yang dapat memroses data uang elektronik yang diterbitkan oleh pihak lain).

Solusi canggih menandai peningkatan fokus Ingenico dalam bidang perjalanan, suatu industri yang sudah memiliki portofolio yang kuat dan sejarah panjang dalam bekerja sama dengan beberapa maskapai, hotel, dan agen perjalanan online (online travel agents / OTA) yang paling terkenal di dunia. Solusi ini dibangun oleh sebuah tim profesional yang berpengalaman dalam industri pembayaran perjalanan, dan kombinasi dari teknologi dan keahlian menempatkan Ingenico untuk membantu perusahaan perjalanan tumbuh dan berkembang secara global.

Kevin Weber, Pejabat Proyek Tertinggi, dan Pejabat Informasi Tertinggi di Air, yang telah menggunakan TravelHub mengakui, “TravelHub dari Ingenico ini membantu kami menambah tingkat otorisasi dan pendapatan secara signifikan, dan mendukung ekspansi kami ke negara-negara baru.”

Sementara itu, Gabriel de Montessus, SVP Global Online untuk Ingenico Group, mengatakan, “Kami meluncurkan TravelHub dengan penuh kebanggaan, sebuah solusi seni yang membantu perusahaan perjalanan meningkatkan pendapatan dari saluran online. TravelHub menggabungkan jangkauan global dari platform pembayaran online Ingenico yang kini dapat diakses dengan koneksi sederhana.”

Di lain pihak, Eric Liebman, Kepala Bagian Global dalam bidang Perjalanan di Ingenico ePayments, mengatakan Bisnis perjalanan online menanti-nantikan navigasi ekosistem teknologi yang kompleks sambil berkembang dengan pesat dalam ruang yang sangat kompetitif. “TravelHub membantu perusahaan perjalanan menyediakan yang terbaik dalam pengalaman pelanggan digital, menawarkan metode pembayaran, dan mata uang yang ingin dibayar oleh wisatawan,” ujarnya.

Sebagai solusi yang terus menjadi makin populer di kalangan bisnis perjalanan, perkembangan yang sedang berlangsung akan dilakukan untuk menambahkan koneksi teknologi perjalanan yang baru dan meningkatkan koneksi langsung, menjadikannya lebih mudah untuk mengakses pasar baru.

Tentang Ingenico Group

Ingenico Group (Euronext: FR0000125346 – ING) merupakan pemimpin global dalam pembayaran yang lancar, menyediakan solusi yang cerdas, tepercaya, dan aman untuk memberdayakan perdagangan di seluruh saluran, di toko, online, dan seluler. Dengan jaringan penerimaan pembayaran terbesar di dunia, kami menyediakan solusi pembayaran yang aman dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional. Kami merupakan mitra kelas dunia tepercaya bagi institusi keuangan dan pedagang retail, dari pedagang kecil hingga beberapa merek global yang terkenal di dunia. Solusi kami memungkinkan pedagang untuk menyederhanakan pembayaran dan mewujudkan janji merek mereka. (kk)

Reporter:KK
Editor:KK

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Dampak Corona, Pengajuan DP Kendaraan Jadi 40 Persen

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi membeli mobil. Foto: Shutterstock

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Terjadinya pandemi global corona virus disease atau Covid-19 menjadikan sektor otomotif mengambil serangkaian kebijakan. Seperti menghentikan lini produksi terkait kesehatan para pekerjanya, hingga banting setir memproduksi alat kesehatan atau alkes.

Bagaimana dengan dunia pembiayaan atau prekreditan sektor otomotif?

Senada, perusahaan pembiayaan juga mengambil kebijakan. Yaitu lebih ketat memberikan layanan perkreditan, dengan cara menaikkan Down Payment (DP) bagi para konsumen baru.  Kondisi ini tidak lepas dari arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan restrukturisasi di tengah wabah Covid-19 yang melanda Indonesia. Kebijakan untuk melakukan kenaikan DP juga dilakukan Mandiri Tunas Finance (MTF).

“Kami ambil kebijakan untuk menaikkan DP. Karena secara risiko kami harus pertimbangkan mitigasi. Kami juga tidak mau menjual banyak tapi bermasalah semua,” jelas Arif Reza Fahlepi, Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head MTF, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menambahkan, OJK menyarankan untuk ke arah sana, yaitu kenaikan DP. Karena konsentrasi juga dengan angka NPL (Non Performing Loan atau kredit macet). Jangan sampai persentase NPL tinggi nantinya merusak kinerja di bidang multifinance.

“Tapi kebijakan kenaikan DP diambil masing-masing perusahaan finance,” kata Arif Reza Fahlepi.

Namun saat ditanya apakah aturan DP akan kembali turun pasca wabah corona selesai, ia menyatakan mungkin saja dilakukan.
Karena pastinya akan ada recovery untuk kembali kepada kebijakan awal. Hal ini juga untuk mengejar target yang sempat hilang.

“Kami juga butuh pembiayaan baru, salah satunya dengan stimulus DP turun ke 20 persen. Pastinya dengan kondisi normal dan perekonomian sudah stabil,” tutup Arif Reza Fahlepi. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Pegawai Hotel Terancam Tak Dapat THR Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi uang THR. Foto: Shutterstock

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengakui kemungkinan tak semua pelaku usaha hotel bisa membayarkan kewajiban Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri menyusul banyaknya usaha yang melambat dan bahkan tutup akibat virus corona.

“Kalau hotel kemungkinan besar yang masih bisa membayar THR jumlahnya sedikit. Dan itu kemungkinan juga tidak penuh karena seperti tadi saya bilang, kalau tidak ada cashflow-nya, apa yang mau diberikan. Masalah besarnya di situ,” katanya di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Hariyadi mengungkapkan hingga Senin (6/4/2020) sore telah menerima laporan sebanyak 1.266 hotel tutup karena terdampak mewabahnya COVID-19.

Meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, ia memperkirakan sebanyak lebih dari 150 ribu karyawan ikut kena imbasnya.

Menurut Hariyadi, selama ini usaha perhotelan tidak pernah bermasalah mengenai pembayaran THR. Namun, kondisi kali ini sangat luar biasa dampaknya bagi industri tersebut.

Terhadap karyawan dari 1.266 hotel yang tutup, semua karyawannya kini berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan.

Pengusaha hotel tidak mengambil jalan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tidak memiliki dana untuk memberikan pesangon.

“Jadi (karyawan yang dirumahkan) tidak ada pendapatan. Makanya itu sangat buruk. Karena perusahaan memang tidak punya dana lagi. Maka pemerintah kalau mau beri stimulus, stimulusnya kepada pekerja (yang dirumahkan) itu,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Sri Mulyani: Dampak Virus Corona Melebihi Krisis 1998!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sri Mulyani menyebut krisis ekonomi akibat virus corona melebihi 1998. Foto: suara

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan dampak penyebaran virus corona terhadap ekonomi akan lebih kompleks dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada 1997-1998 dan 2008-2009. Pasalnya, wabah tersebut tak hanya berdampak pada nyawa manusia tapi juga hampir seluruh sektor ekonomi.

“Kami sampaikan virus corona jauh lebih kompleks dari 1997-1998, karena saat itu kami tahu penyebab dan bisa menahan. Kalau yang virus corona belum tahu penahannya apa,” kata Sri Mulyani melalui video conference, Senin (6/4/2020).

Sri Mulyani menuturkan dampak ekonomi virus corona juga lebih kompleks dari krisis ekonomi 2007-2008 lalu. Sebab, saat itu hanya sektor keuangan yang terkena dampak dari krisis ekonomi yang terjadi. “Saya sampaikan virus corona jauh lebih kompleks dari 2008-2009 karena mengancam manusia, mematahkan seluruh fondasi ekonomi di seluruh negara dan gejolak di pasar modal yang tidak ada jangkar,” papar Sri Mulyani dilansir CNNIndonesia.com

Sejauh ini, kata Sri Mulyani, belum ada pihak mana pun yang bisa memastikan kapan tepatnya penyebaran virus corona akan berakhir, baik di Indonesia maupun secara global. Semua, hanya bisa memprediksi. “Tidak ada yang tahu kapan virus corona berhenti,” imbuhnya.

Diketahui, virus corona mulai mewabah di China pada Desember 2019 lalu. Kemudian, penyebarannya semakin masif ke beberapa negara pada awal 2020 dan masuk ke Indonesia pada Maret 2020.

Saat ini, jumlah kasus di Indonesia tercatat terus meningkat setiap hari. Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona bertambah menjadi 2.491 orang pada Senin (6/4/2020).

Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivitas dari rumah, seperti bekerja, sekolah, dan ibadah. Hal ini demi mengurangi risiko penularan virus corona. Akibatnya, aktivitas ekonomi terganggu karena mayoritas masyarakat kini berada di rumah. Berbagai pusat perbelanjaan pun memutuskan untuk menutup sementara operasionalnya, sehingga pendapatan manajemen dan berbagai tenant pun otomatis menurun.

Selain itu, sejumlah perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans)DKI Jakarta mencatat terdapat 16.056 pekerja di ibu kota yang terkena PHK pada Sabtu (4/4). (cnnindonesia)

 

Editor : CNN

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->