Connect with us

HEADLINE

Ibukota Positif Pindah ke Kalimantan, Gubernur Sahbirin Optimis Kalsel Terpilih!

Diterbitkan

pada

Gubernur Sahbirin saat menjelaskan potensi Kalsel sebagai ibukota baru Foto: hms

BANJARMASIN, Upaya pemerintah untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Kalimantan bukan isapan jempol. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, telah menetapkan Kalimantan sebagai lokasi. Namun untuk kepastian kotanya akan segera diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Kalsel, dalam hal ini berpeluang besar menjadi lokasi!

“Sudah (ada kotanya) mudah-mudahan dalam waktu dekat atau tidak terlalu lama Presiden Jokowi umumkan lokasi,” ujarnya di Kantor Kementerian Bappenas, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang, alasan mengapa memilih Kalimantan adalah karena letaknya berada di tengah-tengah. Artinya ibu kota baru ini dekat dengan wilayah dengan wilayah barat dan juga tidak terlalu jauh dari wilayah timur Indonesia. “Kita ingin ibu kota baru itu Indonesia sentris, karena didesain dan dipilih bangsa sendiri,” ucapnya.

Tak hanya itu, dipilihnya Kalimantan juga karena pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut sedang dihadapkan masalah. Mengingat pertumbuhan ekonomi di sana dipengaruhi oleh harga komoditas. “Kalimantan ini ekonominya sekarang tertekan sekali karena mereka mengandalkan komoditas seperti baru bara,” ucapnya

Karena letaknya di Kalimantan lanjut Bambang, ibu kota baru ini nantinya akan ramah lingkungan. Mengingat Kalimantan sendiri menjadi paru-paru dunia, oleh karenannya sebisa mungkin harus dijaga agar tidak terjadi kerusakan hutan. “Ibu kota baru tidak akan mengurangi luas hutan lindung,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan Kalsel termasuk daerah yang sangat siap jika pemerintah pusat benar- benar memilih daerah ini menjadi ibu kota. Ini karena, Kalsel telah memiliki beberapa modal atau aset strategis sebagai ibu kota pemerintahan yang ideal.
Modal utama itu antara lain, sebut Paman Birin, ketersediaan lahan pembangunan fisik yang ideal, masuk pada kategori kawasan bebas bencana alam. Kalsel juga memiliki pelabuhan perdagangan yang berada di laut yang dalam, ketersediaan bandar udara reprenstatif serta budaya masyarakat Kalsel yang dikenal ramah. “Khusus untuk aset bandara, Insya Allah, tahun ini pengembangan bandara Syamsudin Noor akan selesai seiring dengan peningkatan status internasional,” terang Paman Birin, Minggu (14/7).

Secara geografis Kalsel, terangnya, berada di tengah-tengah Indonesia. Aksesnya terbuka dari seluruh penjuru Indonesia. Berada di sisi luar alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II, serta bebas dari gempa bumi dan gunung berapi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira menjelaskan Gubernur Sahbirin Noor menyatakan Kalsel tidak sedang berkompetisi, Kalsel setia pada NKRI, siapapun yang ditunjuk jadi ibu kota kita dukung.

“Bila di Kaltim kita kena imbas, bila di kalteng kita kena imbas juga. Pokoknya kita dukung pemindahan ibukota ini. Tujuan pemindahan itu diantaranya untuk memeratakan pembangunan,” katanya dilansir tribunnews.com.

Menurutnya sejarah awalnya bagaimana Kalsel bisa masuk kriteria Ibu kota, itu permintaan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Batulicin, Tanah bumbu pada awal Mei 2017 silam.

Saat itu, orang nomor satu di Indonesia ini meminta kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar mencarikan lahan sebagai lokasi alternatif perpindahan ibukota negara. “Awalnya Kalimantan dan Sulawesi, namun Kalimantan paling berpeluang besar,” sebutnya.

Tindak lanjutnya, Pemprov membentuk tim terdiri dari beberapa Struktur Organisasi Perangkaat Daerah (SOPD) yang dipimpin oleh Badan Perencanaan Pembangunnan Daerah (Bappeda) Kalsel mencari lokasi yang ideal dijadikan ibukota.

Survei lokasi lalu ajukan beberapa alternatif ke tim pusat, kini tim pusat masih mengkaji dan hasilnya masih ditunggu masyarakat Kalsel. Dijelaskan Nurul Fajar Desira, Kalsel ini sudah lengkap, proposal sudah setahun lalu sejak 2017 sudah di sodorkan. Saat ini, tengah berproses. “Sudah kami serahkan bahannya silakan dinilai. Kita ada beberapa alternatif yang disodorkan, tidak bisa disebutkan, masih internal,” lontarnya.

Sejauh ini digadang-gadang lahan seluas 300 hektar itu lahan berupa tanah keras bebatuan, bukan rawa berada di Tanahbumbu. Sehingga, sangat cocok dibangun gedung-gedung bertingkat untuk kantor pemerintahan. Status lahan juga milik negara. Tim dari pusat pada akhir 2018 tadi juga sudah datang melihat dan melakukan kajian.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Surinto, di Kalsel, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu lokasi yang dinilainya secara teknis paling strategis, dan pihaknya tentu sangat setuju dan mendukungnya.

Karena secara umum di Kalimantan tak miliki potensi bencana alam seperti gempa bumi maupun gunung berapi, namun masih cukup banyak kawasan yang masih sering diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan. “Kalau di Tanah Bumbu kan tidak mengalami kabut asap itu paling aman,” kata Surinto.

Selain itu, berlokasi di pesisir timur Kalsel, Tanah Bumbu menurut Surinto menjadi kelebihan tersendiri daerah ini karena dapat dikembangkan sebagai kawasan pelabuhan laut internasional. Namun, Surinto berujar, bukan berarti tanpa kelemahan, dia menjelaskan bahwa meski masih cukup banyak lahan belum difungsikan, namun hampir setiap jengkal lahan sudah ada pemiliknya.

Baik berupa hutan mayoritas sudah ada status konsesi, maupun kawasan non hutan mayoritas sudah ada hak guna usaha atau kepemilikan rakyat. “Lahan tanpa pembebasan mencarinya susah, karena tanah kebanyakan sudah dibebani hak, izin, konsesi dan yang lainnya. Pemerintah harus melihat fakta ini,” tandasnya.

Diluar faktor-faktor tersebut, Surinto juga memastikan tentu ada faktor lainnya diluar aspek teknis yang menjadi pertimbangan pemerintah, termasuk pula faktor politis. Walaupun Kalsel tidak disinggahi seperti Provinsi Kaltim dan Kalteng yang secara khusus dikunjungi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu untuk memantau kawasan potensial bakal lokasi Ibu Kota, namun Surinto nyatakan bukan berarti Kalsel sama sekali hilang dari radar pemerintah sebagai daerah potensial calon ibukota. (cel/trb)

Reporter : Cel/trb
Editor : Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->