Connect with us

HEADLINE

Heboh, Calon Kepala Daerah Hartanya Minus Rp 115,1 Juta!


Data dari Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, pengeluaran untuk bakal bupati/walikota dalam Pilkada berkisar Rp 20-30 miliar. Sedangkan untuk Pilgub bisa mencapai Rp 100


Diterbitkan

pada

Sejumlah kandidat bertarung dalam Pilkada dengan modal pas-pasan. Foto : net

Kekayaan Cabup/Cawabup Pilkada Kalsel

Sementara itu, untuk Pilkada di empat kabupaten di Kalsel, yakni Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong, Tanah Laut, dan Tapin, dari penelusuran Kanalkalimantan.com, rata-rata memiliki kekayaan di atas Rp 500 juta. Calon yang memiliki kekayaan paling kecil adalah Calon Wakil Bupati HSS, Syamsuri Arsyad dengan kekayaan Rp 659 juta. Sedangkan yang paling besar adalah Calon Wakil Bupati Tapin, Syafruddin Noor, dengan jumlah Rp 63,6 miliar.

Untuk daerah HSS, hanya ada dua calon yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) HSS. Hingga hari terakhir pendaftaran, tidak ada lagi tambahan bakal calon yang melakukan pendaftaran. Ketua KPUD HSS Imron Rosyadi mengatakan hingga batas terakhir pendaftaran pada pukul 24.00 Wita tidak ada lagi pasangan bakal calon yang mendaftar ke KPUD HSS.

Dengan demikian, hanya ada dua pasangan bakal calon yang maju di Pilkada HSS. Satu pasangan perseorangan dan satu pasangan dari jalur partai politik (parpol).  Pasangan yang pertama kali melakukan pendaftaran yakni dari pasangan independen HM Najamuddin-H Ridha. Selanjutnya pasangan dari jalur partai politik H Achmad Fikry-Syamsuri Arsyad.



Untuk Pilkada Tabalong, terdapat 4 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tabalong yang daftarkan diri ke KPU Tabalong. Pertama kali yang mendaftar adalah H Noorhasani-H Eddyan Noor Idur, sedangkan yang kedua pasangan H Anang Syakhfiani-H Mawardi. Lalu pasangan ketiga yang mendaftar adalah H Winarto-H Ali Sibqi dan yang terakhir mendaftar Hj Noor Farida-Aspianor.

Ketua KPU Tabalong, Agus Musdian Noor, mengatakan dari empat pasangan itu sendiri, dua pasangan yang mendaftar dari jalur perseorangan dan dua pasangan yang dari jalir parpol. Untuk pasangan yang dari jalur perseorangan adalah H Noorhasani-H Eddyan Noor Idur dan H Winarto-H Ali Sibqi. Sedangkan pasangan dari jalur parpol adalah H Anang Syakhfiani-H Mawardi dan Hj Noor Farida-Aspianor.

Pasangan H Anang Syakhfiani-H Mawardi dengan 9 parpol, yakni 8 parpol pengusung terdiri dari Golkar, PAN, Nasdem, Demokrat, PKS, PBB, PKB dan PKPI. Kemudian parpol pendukung PDIP. Sementara pasangan Hj Noor Farida-Aspianor, mendaftar dengan usungan dari parpol Hanura, Gerindra dan PPP.

Untuk Pilkada Tala, Ketua KPU Kamaruzzaman mengatakan ada dua pasangan calon. Yakni pasangan Sukamta-Abdirrahman, dan pasangan Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar. Sedangkan untuk Kabupaten Tapin, hanya ada pasangan tunggal yakni Muhammad Arifin Arphan-Syafrudin Noor yang akan bertarung dengan kotak suara dalam Pilkada 2018.

Terkait kandidat yang akan bertarung di Kalsel, pengamat politik dari UNISKA Syekh Muhammad Arsyad Albanjari, Uhaib As’ad, melihat potensi terlibatnya pemodal dalam pertarungan di empat kabupaten. Mengingat empat daerah tersebut tergolong memiliki areal pertambangan berskala besar.

Menurut Uhaib, geliat para pemilik modal besar dalam andil mengambil manfaat di balik suksesi sangat terasa. “Maka sudah saatnya, warga Kalsel cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan sampai memilih pemimpin yang tak peduli dengan kepentingan rakyat, akibat tergiur dengan politik uang,” tegasnya. (cel/dtc/kom)

Reporter: Cel/dtc/kom
Editor: Chell


Laman: 1 2

iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->