Kota Martapura
Haul Wali Lima Tunggul Irang, Habib Ahmad: Para Aulia Allah Pewaris Nabi Muhammad
KANALKALIMANTAN.COM,.MARTAPURA – Peringatan Haul Wali Lima keluarga besar KH Abdurrahman bin H Zainuddin Al Banjari, digelar, Minggu (31/8/2025) malam, di Kubah Wali Lima, Desa Tunggul Irang Seberang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Lima ulama itu adalah KH Abdurrahman bin H Zainuddin (Haul ke-83), Tuan Mufti KH Ahmad Zaini bin KH Abdurrahman (Haul ke-62), Tuan Qodhi KH Husein Qodri bin KH Ahmad Zaini (Haul ke-60), KH Badruddin bin KH Ahmad Zaini (Haul Ke-34) -Pimpinan Ponpes Darussalam Martapura ke-7 1976-1992, dan KH Muhammad Rosyad bin KH Ahmad Zaini (Haul ke-26).
Acara dimulai dengan ziarah bersama dilanjutkan pembacaan salawat dalail khairat yang dipimpin oleh KH Noufal bin KH Muhammad Rosyad.

Baca juga: Pengprov PSHT Kalsel Gelar Rapat Triwulan, Ini Pesan Anggota Majelis Luhur
Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan dalam muizoh hasanah menyebutkan bahwa Habib Abdullah Al Hadad pernah berkata para Aulia Allah adalah pewaris Nabi Muhammad, bahkan mukjizat Rasulullah di akhir zaman ini.
“Kita semua tidak hidup di zaman Rasulullah, tidak pernah melihat beliau karena beda tempat dan masa, tetapi mereka para aulia ulama mengambil sebagian dari sifat Rasulullah,” kata Habib Ahmad.
Beliau mengatakan bahwa di dalam setengah perkataan sohibul burdah semua mengambil setetes dari samudra baginda yang agung yakni Nabi Muhammad SAW. Memang tidak ada seorangpun yang mampu menampung samudra secara utuh tapi masing-masing dari mereka secercah matahari Nabi Muhammad dan setiap cahaya-cahaya bersinar tersebut bersumber dari Nabi Muhammad.
Baca juga: Aktivis Aliansi Rakyat Kalsel Melawan Merasa Dibuntuti
“Kita saat ini berkumpul di tempat ini menyaksikan cahaya-cahaya Nabi yang nampak dari diri mereka para aulia, ulama, solihin yang diridhai Allah,” lanjut beliau.

Masih kata Habib Ahmad, mereka (Aulia) para pewaris Nabi yang dimunculkan Allah di muka bumi ini sebagai bentuk keberlangsungan daripada mukjizat nabi.
“Mereka menjadi manusia-manusia di sisi Allah mulia dan agung tiada lain penghambaan yang sejati kepada Allah, tidak serta merta mereka menjadi mulia, melainkan berusaha dan berupaya dalam kehidupan, bermunajah, bersungguh-sungguh dan beramal saleh untuk mencapai keridaan Allah,” jelas beliau.
Baca juga: LKBH FH Uniska MAB Siap Beri Pendampingan Hukum Pengunjuk Rasa
Haul digelar dua kali dengan dua penceramah berbeda yaitu Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan (Minggu malam) dan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan (Senin siang). (Kanalkalimantan.com/ahmad mursyidi)
Reporter: ahmad mursyidi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluBanjarmasin Kota Tak Ramah Pejalan Kaki, Ada Trotoar Tapi ‘Jadi-jadian’
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluJadwal Lengkap & Rangkaian Acara Cap Go Meh Singkawang 2026: Panduan Wisata Terupdate
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluRute Pawai Lampion Singkawang 1 Maret 2026: Hindari Macet di Titik-Titik Ini!
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluWisata Kuliner Cap Go Meh Singkawang 2026: Daftar Makanan Khas dan Rekomendasi Tempat Berbuka
-
Bisnis2 hari yang laluTebar Kebaikan CV Sinergi Kalimantan Amindo Berbagi Takjil
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSafari Ramadan Terakhir, Bupati dan Wabup Banjar Kunjungi Cintapuri Darussalam

