HEADLINE
Aktivis Aliansi Rakyat Kalsel Melawan Merasa Dibuntuti
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Salah seorang aktivis dari Aliansi Rakyat Kalsel Melawan, Florentino Mario diduga dibuntuti oleh oknum tidak dikenal sejak Sabtu (30/8/2025) siang sampai tengah malam.
Berdasarkan pengakuannya peristiwa itu terjadi kala dirinya sedang menonton pertandingan di kawasan GOR Hasanuddin bersama temannya. Saat pulang, barulah ia sadar bahwa ada mobil yang melintas di sekitarnya berulang kali.
“Mobil itu sudah kelihatan dua kali bolak-balik di depan rumah sore harinya, lalu malamnya masih terus mondar-mandir sampai jam setengah satu malam depan kontrakan saya di Kayutangi. Itu orang yang sama di dalam mobil dengan yang tiba-tiba gabung kami ngopi di GOR, ngikutin terus rupanya sampai kami papasan di S Parman,” kata Mario, Minggu (31/8/2025).
Baca juga: Senin, Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan Serbu Rumah Banjar
Kecurigaanya semakin menguat usai Mario mengetahui bahwa dirinya memang dicari dalam rangka dikondisikan agar tidak banyak bersuara dalam forum Aliansi Rakyat Kalsel Melawan.
“Ada yang menyampaikan ke saya, katanya saya harus dikondisikan karena beberapa sudah dan ngomong aja, maunya apa, biar kurang-kurangin bersuara, apalagi di forum. Ini jelas bentuk intimidasi,” jelasnya.
Sejumlah rekannya menjadi saksi atas kejadian tersebut. Bahkan kondisi ini membuatnya pindah tempat tinggal sementara lantaran Mario merasa gerak-geriknya selalu diperhatikan.
Baca juga: LKBH FH Uniska MAB Siap Beri Pendampingan Hukum Pengunjuk Rasa
Kendati demikian, dugaan gerak geriknya selalu diikuti tersebut tidak membuatnya gentar. Justru kejadian ini dinilai sebagai bentuk tekanan kepada gerakan rakyat di Kalsel.
“Kalau maksudnya untuk membungkam, itu percuma. Karena gerakan ini sudah organik. Suara rakyat di media sosial sudah menunggu untuk disalurkan. Saya hanya merespons gejolak itu, bukan mengundang orang. Jadi, sekalipun saya diam, mereka tetap akan bergerak,” tegasnya.
Mario menegaskan bahwa unjuk rasa Senin besok akan tetap berlangsung dan menekankan suasana damai serta saling menjaga antar sesama. Tak lupa, Ia mengimbau agar peserta unjuk rasa tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya.
Baca juga: Imbau Unjuk Rasa Berjalan Damai dan Tertib
“Kami sepakat jaga kondusifitas sesuai aturan. Tapi kalau massa terus berdatangan hingga malam hari, itu spontanitas rakyat yang memang tidak bisa kami atau siapa kendalikan,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluRakor Jelang Kegiatan 5 Rajab di Sekumpul, Bupati Minta Peningkatkan Kualitas Pelayanan dan Perkuat Sinergi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluOperasi Patuh Intan 2026 Polres HSU Fokus Edukasi dan Penegakan Humanis
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluHabib Abdullah Pimpin Maulid Diba’ di Haul Ke-58 KH Sya’rani Arief
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluStatus Tanggap Darurat Karhutla Kapuas Kembali Diperpanjang
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSukses Digelar, Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Martapura Ditutup
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluSatgas Karhutla Posko Induk BPBD Kapuas Siaga Penuh Kemunculan Kembali Titik Api



