Kabupaten Barito Kuala
DPRD Batola Awasi Malpraktik Bersalin Yang Akibatkan Pasiennya Meninggal Dunia
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – DPRD Kabupaten Barito Kuala tindak lanjuti aduan masyarakat, terkait adanya dugaan malapraktik Klinik Bersalin yang kerap menelan korban jiwa.
Dalam rapat kerja komisi gabungan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) itu Ketua Komisi II DPRD Batola Nanang Kaderi mempertanyakan pengawasan Dinkes atas laporan masyarakat tersebut.
“Terkait praktik Bidan Mirna sudah ditindaklanjuti Dinas Kesehatan dengan melakukan penerbitan surat rekomendasi penutupan klinik,” ungkapnya, Senin (13/03/2023).
Ia juga menekankan, Dinkes harus mempunyai data dan jaringan hingga ke desa, agar pengawasannya bisa ditingkatkan, guna dapat menjalankan fungsi dan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Baca juga: Pasar Murah di Sungai Miai, Tebus Rp 45 Ribu Bawa Sembako Senilai Rp 150 Ribu
“Ini membuktikan kepada masyarakat dengan adanya laporan kita langsung menindaklanjuti memanggil dinas terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batola dr. Azizah mengatakan, pihaknya mengakui menerima laporan bahwa Klinik Bidan Mirna melakukan sesuatu tindakan diluar kewenangan, sehingga dilaporkan oleh masyarakat.
Setelah melakukan evalusi, pihaknya menerbitkan surat ke Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu untuk dapat melakukan penutupan sementara izin praktik.
“Sampai dengan hari ini, ternyata masih terdapat hal-hal yang masih tidak sesuai dengan yang kita sarankan, hingga pengaduan sampai ke DPRD Batola,” beber dr. Azizah.
Selanjutnya kedepan pihaknya akan memperkuat pemantauan selama 6 bulan berjalan, dan dengan dorongan DPRD, pihaknya akan melayangkan surat rekomendasi untuk menutup permanen.
“Berdasarkan laporan, korbannya bukan hanya di wilayah Batola, tapi di luar Batola, tapi prakteknya di Batola,” tambahnya.
Baca juga: Truk Fuso Nyemplung di Sungai Lamandau, Sopir Belum Ditemukan
Kepala Dinkes menguraikan, di antara kasus yang dilaporkan adalah kesalahan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim, kemudian juga ada ibu hamil yang seharusnya ditangani rumah sakit namun ditanggulangi sendiri hingga mengakibatkan meninggal dunia.
“Selain itu, mungkin ada beberapa juga yang meninggal dunia berdasarkan informasi yang dihimpun, namun juga ada yang tidak melapor,” pungkasnya.(kanalkalimantan.com/rdy)
Reporter : Rdy
Editor : KK
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang lalu2.200 Pesepeda Ramaikan HSU Bangkit Bike Fest 2026
-
Budaya2 hari yang lalu10 Penulis Terpilih WSFest 2026 Angkat Isu Lingkungan Budaya Kalsel
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluFASI 2026 HSU Digelar, Mencetak Generasi Berkarakter
-
kampus1 hari yang laluULM Gelar Pemilihan Rektor, Pendaftaran Dibuka Menjaring Bakal Calon
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UP2B Kalselteng Perkuat Keandalan Kelistrikan Upgrade GI Selat
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas dan Sekda Hadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng





