Connect with us

HEADLINE

‘Dipesan’ Via MiChat, Tes Urine 2 Terduga PSK Anak Terpapar Narkotika

6 Anak Laki-laki Ikut Terciduk Ngamar di Penginapan “Saudara”

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Terduga dua anak perempuan yang terlibat prostitusi online saat digiring ke kantor Satpol PP Banjarbaru. Foto : rico

BANJARBARU, Buntut penangkapan dua anak di bawah umur yang diduga ‘tawarkan diri’ via aplikasi online MiChat mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Banjarbaru. Hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru, keduanya terindikasi mengkonsumsi narkotika dan zat psikotropika, Senin (5/8).

Kasat Pol PP Banjarbaru Marhain Rahman menjelaskan, temuan kedua anak belia di bawah umur ini, bermula saat pihaknya mendapati informasi dari masyarakat terkait adanya penginapan di wilayah Banjarbaru yang dijadikan PSK sebagai sarang transaksi diri.

Mendapati laporan, tersebut aparat penegak Perda melakukan penyelidikan hingga melakukan penyamaran guna mengungkap bisnis lendir tersebut.

“Petugas melalui Seksi Operasi dan Pengendalian meringkus adanya indikasi PSK yang menjajakan diri secara online. Dimana transaksi yang dilakukan melalui aplikasi MiChat,” kata Marhain.

Penangkapan PSK yang ditawarkan via online dilakukan Senin (5/8) sekitar pukul 11.00 Wita, dilakukan di penginapan “Saudara” di jalan A Yani Km 33,33 Kota Banjarbaru.

Dalam percakapan di MiChat oleh petugas yang menyamar, salah satunya berinisial RF (18) dengan terang-terangan memasang tarif sekitar Rp 300 ribu sekali kencan dengan membayar kamar penginapan Rp 150 ribu per hari di tempat tersebut. Saat didatangi ke penginapan “Saudara”, RF tidak dapat mengelak saat diamankan petugas.

Tidak berselang lama, saat petugas memeriksa di kamar sebelah, rupanya juga ditemui adanya 6 orang laki-laki yakni AH (15), MM (17), MJ (17), AE (17), MR (17), dan MF (17) yang rata-rata berstatus pelajar di salah satu SMK di Banjarmasin.

Bahkan, seorang orang wanita berinisial MH (14) juga terciduk sedang kumpul bersama para pelajar tersebut.

Alhasil, dua perempuan RF dan MH, serta 6 remaja tanggung langsung diamankan petugas bersama barang bukti ke kantor Satpol PP Banjarbaru. Semuanya langsung dilakukan tes urine dibantu oleh BNN Kota Banjarbaru, KPAI, serta Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

Kasi P2M BNN Kota Banjarbaru, M Khairani Nor SE mengatakan, dari hasil pemeriksaan urine terhadap 8 remaja ini, diketahui 5 diantaranya terindikasi narkotika dan zat psikotropika.


“Kedua wanita dan tiga pelajar lainnya dari Banjarmasin terindikasi narkotika jenis sabu dan obat penenang. Selanjutnya kita akan lakukan assessment (penilaian) selama beberapa waktu kedepan,” kata Khairani, Plh BNN Kota Banjarbaru.

Kasat Pol PP Banjarbaru menjelaskan untuk penangan lebih lanjut, pihaknya akan menggugu hasil assessment dari BNN Kota Banjarbaru. Dirinya juga menegaskan, akan memanggil pemilik penginapan “Saudara” untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Jika hasil assessment terbukti mengkonsumsi Narkotika, maka akan kita kenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Inilah dinamika daerah Banjarbaru yang berkembang lantaran banyak anak mudanya. Tempat hiburan memungkinkan dijadikan tempat persinggahan,” jelasnya.

Memang sangat disayangkan para remaja yang seharusnya di usia muda ini menekuni bangku pendidikan justru malah terlibat dalam masalah bisnis orang dewasa. Apalagi, kedua terduga PSK yakni RF dan MH saat ini sudah putus sekolah. Mirisnya, kedua wanita di bawah umur ini rupanya bukan warga kota Banjarbaru melainkan tinggal di Banjarmasin.

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (Disdalduk KB PMP dan PA) Kota Banjarbaru, melalui Kasi PPA, Fahrina, menjelaskan pihaknya akan melakukan pendampingan dan bimbingan kepada para remaja tersebut. Ia juga menerangkan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel untuk mendapat arahan lebih lanjut.

“Ini pertama kalinya di tahun 2019, PSK dibawah umur ditemukan. Kita akan lakukan pendampingan dan pembinaan selama 3 hari ke depan sembari menunggu hasil dari BNN. Kita juga akan memanggil orang tua mereka. Saat ini mereka kita titipkan ke Rumah Singgah milik Dinsos Banjarbaru,” katanya. (rico)

Reporter :Rico
Editor :Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->