HEADLINE
Data Agustus Baru Capai 41,3 Juta Ton, ESDM Prediksi Produksi Batu Bara di Kalsel Turun!
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan mengklaim bahwa dampak Covid-19 tidak terlalu berpengaruh signifikan di sektor usaha pertambangan.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Kalsel, A Gunawan Harjito, Jumat (2/10/2020). Menurutnya, pada triwulan pertama di 2020, tepat saat mulai merebaknya pandemi, kondisi di sektor pertambangan justru masih stabil.
“Saat memasuki triwulan dua dan triwulan tiga, itu mulai berpengaruh. Tapi tidak signifikan, fluktuatif saja,” katanya.
Kendati demikian, Gunawan menyatakan bahwa tetap saja baik dari sisi produksi maupun pemasaran batu bara mengalami penurunan. Bahkan, untuk pencapaian jumlah produksi batu bara di tahun ini, Dinas ESDM Kalsel memprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan dengan jumlah produksi di 2019 lalu.
“Sampai Agustus ini produksi batu bara kita sudah mencapai 41,3 juta ton. Dengan kondisi saat ini, kita memperkirakan produksi batu bara di tahun ini mengalami penurunan di bandingkan tahun 2019 lalu yang totalnya mencapai 69,6 juta ton. Mungkin tahun ini hanya 62 juta sampai 63 juta ton saja,” paparnya.
Tak hanya soal jumlah produksi saja, Gunawan mengungkapkan bahwa pihaknya juga turut menerima berbagai keluhan dari sejumlah perusahaan tambang ihwal berubahnya pola pemasaran hasil produksi. Dalam hal ini, ialah perusahaan tambang pemegang IUP yang mati-matian memasarkan hasil produksi di dalam negeri -impor-.
“Pemasaran perusahaan pemegang IUP yang kecil yang beberapa waktu lalu mestinya ekspor, sekarang malah beralih ke dalam negeri. Persoalannya, aktivitas di dalam negeri itu banyak yang makai.
Jadi slot untuk masuk itu susah. Otomatis yang tidak dapat slot, tidak ada kegiatan apa-apa,” lanjutnya.
Tentunya dampak lain akibat pandemi di sektor pertambangan juga berpengaruh terhadap royalti yang diterima pemerintah daerah. Apalagi, tak sedikit perusahaan yang meminta pemerintah memberikan stimulus berupa relaksasi pembayaran royalti batu bara untuk sementara waktu.
“Kita tidak ngotot. Jelas untuk kondisi sekarang, royalti untuk pemerintah sudah pasti berkurang,” lanjutnya.
Terakhir, Gunawan menegaskan bahwa meskipun di tengah kondisi pandemi, pihaknya akan selaruh memonitoring perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi. “Walaupun tidak bisa harus 100 persen, tapi kita selalu meminta reklamasi tetap dijalankan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)
Reporter: Rico
Editor: Cell
-
kampus3 hari yang laluPJTD LPM Warta JITU 2026 Mendidik Calon Jurnalis Muda
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluTim Ahli Gubernur Kaltim Diminta Benahi Kebijakan Rudy Mas’ud
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
HEADLINE3 hari yang laluPertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil
-
Infografis Kanalkalimantan1 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung






