Connect with us

Kabupaten Banjar

BUMDes Barokah Resmi Beroperasi, Tawarkan Produk Home Industri Warga

Diterbitkan

pada

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki Desa Tungkaran Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, resmi dibuka Sabtu (7/9). Foto : desy

MARTAPURA, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki Desa Tungkaran Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, resmi dibuka Sabtu (7/9). Diresmikan Kasi Penyelenggara Pelatihan Jafarudin Nasution dari Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Provinsi Kalimantan Selatan dan disaksikan langsung Kemendes PDTT dari Jakarta.

Dengan modal awal Rp200 juta BUMDes Barokah mewadahi 75 warga yang memiliki home industri. “Dengan diresmikannya BUMDes hari ini apa yang sudah ada di etalase BUMDes ini bisa semakin bertambah, dengan hasil usaha dari masyrakat desa. Sehingga BUMDes akan semakin meningkat,” sambut M Salmani, Kepala Desa Tungkaran sesaat setelah pemotongan pita.

Ruang etalase BUMDes berdiri setelah tampil di BUMDes Expo 2019, maka dirasa perlu menampung hasil produk unggulan home industri, lalu jadilah ruang etalase BUMDes. Direktur Bumdes Barokah, H Dede Supardi SH yang akrab disapa Haji Dede ini tegas menyatakan, “Showroom ini bisa menjadi ruang etalase penyangga bagi produk hasil masyarakat desa Tungkaran.

Dan di showroom ini juga tempat wisatawan membeli oleh-oleh hasil desa Tungkaran,” ujarnya. Masih dengan semangat Haji Dede menyambut umpan dari Balitmas dan perwakilan Kemendes PDTT yang menyatakan wisata religi yang sudah ada di desa Tungkaran dijadikan sebagai destinasi ikonik desa Tungkaran.

Balitmas sendiri sangat mengapresiasi ketika ada desa yang berupaya memberdayakan dan meningkatkan desanya. “Balitmas akan membekali pengelola BUMDes dengan pelatihan tatakelola BUMDes yang baik, perencanaan, pengeloan, laporan dan pertanggung jawaban. Sehingga BUMDes bisa bekerja dengan baik dan lebih profesional,” jelas Jafarudin.

“Menarik, karena potensi desanya banyak dan sudah mulai ditampilkan terlebih ada daya tarik wisata religinya sudah kuat di sini, inovasi desanya sangat beragam ada makanan, sabun cair, kerajinan, bahkan bengkel nantinya pemuda yang hobi otomotif bisa tersalurkan,” ungkap Jafarudin.

“Mempertahankan apa yang sudah ada dan bisa berjalan terus menerus itu sebuah tantangan bagi pengelola BUMDes. Bagaimana membuat pemuda pemuda desa bisa berpartisipasi aktif dan terus diberikan motivasi sehingga tetap semangat demi berlangsungnya kemajuan BUMDes itu juga menjadi PR bagi pengelola BUMDes,” tambah Jafarudin.

Di sisi lain selaku pengelola Haji Dede berharap, Balitmas selaku perpanjangan tangan dari Kementrian Desa bisa membantu kesulitan pemasaran BUMDes Barokah, juga alat penunjang produksi yang masih manual sehingga produksi masih sedikit. Hal ini berpengaruh pada daya saing dan harga dipasaran, dengan ketersedian alat produksi diyakini mampu menambah hasil produksi, jika hasil produksi banyak maka harganya juga bisa murah. (desy)

Reporter : Desy
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->