Connect with us

Hukum

Bukan Pengeroyokan, Mahli Tusuk Kakak Beradik karena Diejek!

Diterbitkan

pada

Tersangka Mahli yang melakukan penusukan terhadap Jaya Saputra hingga tewas berhasil diringkus polisi. Foto : rico

BANJARBARU, Selang beberapa jam setelah aksi penganiyaan di  Jalan Trikora tepatnya didepan sebuah warung Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru Jumat (8/3) sekitar pukul 22.30 Wita, Polsek Banjarbaru Barat, akhirnya berhasil meringkus satu orang tersangka yang diduga melakukan tindak penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kedua kakak beradik warga Desa Guntung Ujung RT 02  Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, menjadi korban dalam peristiwa ini. Sang kakak Jaya Saputra (28) tewas di tempat dengan luka tusuk pada dada kanan dan luka sobek lengan kiri. Sedangkan sang adik Ahmad Kusasi alias Ahmad (26), mengalami luka berat dengan luka tusuk pada perut kanan dan luka tusuk punggung kanan.

Baca Juga : Sedang Asik Main Biliar, Kakak Beradik Ini Dikeroyok Orang Tidak Dikenal

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob mengatakan, pihaknya telah mengamankan satu orang tersangka yaitu Mahliadi alias Mahli (23) warga Jalan Kelurahan Landasan Ulin Selatan Gang Keruing IV  Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Lianganggang Kota Banjarbaru.

Meski menurut kesaksian Ahmad dirinya dikeroyok, namun rupanya Kapolsek Banjarbaru Barat menepis kabar tersebut. Kompol Syaiful Bob juga menjelaskan pelaku tidak menyuruh korban untuk berhenti main biliar, namun malah korban yang mengejek pelaku saat datang.

“Pelakunya hanya sendiri dan saat terjadi perkelahian. Pelaku membawa senjata tajam. Jadi pelaku ini datang dan duduk bersama pacaranya. Rupanya korban ini mengejek pelaku hingga menantang pelaku,” ujarnya kepada Kanalkalimantan, Sabtu (9/3).

Dijelaskan Kompol Syaiful Bob, kronologis berawal ketika kedua kakak beradik itu beserta salah satu temannya yang bernama Utuh sedang bermain biliar. Kemudian datang tersangka Mahli beserta teman-temannya untuk bersantai di warung yang berada tepat di samping biliar tersebut. Korban yang saat itu sedang bermain biliar memberikan kata-kata ejekan lalu mendatangi tersangka dan akhirnya terjadi keributan mulut dan berkembang menjadi perkelahian.

Mahli yang sedang duduk santai bersama seorang teman wanitanya mulai diancam dan didorong oleh korban. Mahli yang merasa kesal seketika itu berdiri dan langsung mengambil sebuah pisau.

“Pisau itu memang selalu dibawa oleh tersangka yang diselipkan pada pinggang sebelah kiri dan langsung menusukan pisau tersebut kepada saudara Jaya Saputra sebanyak dua kali yang mengenai dada bagian samping sebelah kanan dan mengenai lengan bagian kiri korban,” lanjut Kapolsek.

Dengan luka tusuk di bagian vital tubuh, mengakibatkan Jaya Saputra meninggal dunia. Pada saat itu juga Ahmad beserta temannya Utuh memukul Mahli dengan menggunakan sebatang kayu dan terjadi pergumulan sampai ke bagian samping warung tersebut.

Dalam pergumulan tersebut pisau milik Mahli juga mengenai perut bagian samping kanan serta punggung bagian samping kanan yang membuat Ahmad bersimbah darah. Ahmad pun memutuskan untuk lari agar dapat meminjam sebuah parang kepada pemilik warung tersebut. Namun tidak dihiraukan oleh pemilik warung.

“Tersangka yang mendengar korban akan meminjam parang akhirnya melarikan diri dan teman teman tersangka juga menghilang dari TKP tersebut,” beber Kompol Syaiful Bob.

Setelah unit Opsnal Polsek Banjarbaru Barat mendapatkan informasi, kemudian Unit membagi informasi tersebut kepada seluruh tim dan membagi arah dalam pencarian TSK.

Sekitar pukul 02.00 Wita, tim dapat menemukan seorang saksi yang juga sebagai teman dari tersangka. Kemudian polisi melakukan introgasi terhadap saksi tersebut untuk dapat mengetahui semua rangkaian kejadian di TKP dan mendapatkan identitas dari tersangka. “Tim melakukan pencarian lanjutan sampai sekitar pukul 03.00 Wita di Jl. A. Yani Km. 33 Kota Banjarbaru dan mendapati tersangka yang pada saat tersebut bersama dengan keluarganya,” lanjut.

Selanjutnya Mahli diinterogasi untuk memperjelas kejadian tersebut, yang mana kejadian tersebut dibenarkannya dan diakui tersangka. “Pada saat diamankan, kita juga mendapati barang bukti berupa sebilah Pisau tanpa kumpang dan pakaian tersangka yang terkena bercak darah dari kejadian tersebut,” kata Kompol Syaiful Bob.

Mahli hanya bisa pasrah saat dirinya digiring ke Mapolsek Banjarbaru Barat beserta Barang bukti. Adapun barang bukti yang berhasil diamankam beripa 1 buah kumpang pisau yang terbuat dari kayu warna coklat yang didapat dan 1 bilah senjata tajam jenis pisau dengan gagang kayu warna coklat.

Atas perbuatannya Mahli disangkakan pasal 351 KUHP dan 381 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan berat serta pembunuhan dengan ancaman 7 hingga 15 tahun penjara. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->