Connect with us

Bisnis

BI Dorong Bawang Merah Tapin Berorientasi Ekspor

Diterbitkan

pada

Komoditas bawang merah di Kabupaten Tapin dilirik oleh perusahaan ekspor di Indonesia. Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN, Mendorong komoditas pertanian Kalsel agar dapat lebih berkembang lagi pasarnya, menjadi fokus Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalsel di Tahun 2019.

Terbaru untuk mendorong komoditas bawang merah berorientasi ekspor, Perwakilan BI Wilayah Kalsel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tapin menggelar kegiatan Sosialisasi Kemitraan dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peningkatan Produktifitas Bawang Merah Kualitas Ekspor” dengan menghadirkan PT Bina Gloria Enterprindo, Rabu (27/3) Balai Teknologi Pertanian Kabupaten Tapin.

“Dengan kegiatan ini kami ingin menjembatani perusahaan yang siap membantu petani bawang di Kabupaten Tapin untuk bisa mengekspor hasil pertaniannya. Diharapkan setelah pertemuan sudah ada kerjasama yang lebih konkrit antara kedua belah pihak,” tegas Manager Pengembangan Ekonomi Perwakilan BI Wilayah Kalsel Aryo Wibowo disela kegiatan.

Sejak Tahun 2014 lalu Perwakilan BI Wilayah Kalsel memang konsisten dalam ikut mendorong peningkatan kualitas dan produktifitas hasil pertanian Kalsel melalui petani lokal, baik melalui program pendampingan maupun bantuan peralatan.

Dengan peningkatan kualitas dan produktifitas hasil pertanian, diharapkan bisa mendorong kesejehtaraan petani dan mampu mengatasi permasalahan inflasi yang sering terjadi di Banua.

“Terkhusus untuk petani bawang di Kabupaten Tapin kami rutin memberikan pendampingan hingga bantuan pembuatan gudang. Dengan peningkatan kualitas dan produksi yang ada saat ini, kami meyakini bawang lokal di Kabupaten Tapin mempunyai potensi untuk di ekspor,” tegasnya.

Kedepan Perwakilan BI Wilayah Kalsel bahkan berencana untuk ikut membantu mengembangkan komoditas perikanan di Banua melalui peran Pesantren. Bahkan pihaknya sudah melakukan berbagai kajian dan mulai melakukan pendekatan ke beberapa pesantren di Kalsel yang dianggap mampu dalam mengembangkan komoditas perikanan di tempat mereka.

“Rencana komoditas perikanan yang ingin dikembangkan di Pesantren adalah jenis Ikan Nila dan Gabus. Hal ini karena dua jenis ikan ini sering kali turut menjadi penyebab tingginya inflasi di Kalsel,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Wagimun berharap, hasil pertemuan kali ini diharapkan bisa memperoleh titik temu dan kepastian antara pengusaha ekspor dan petani dalam rangka mendorong komoditas bawang merah asal Kabupaten di Tapin bisa di eskpor.

“Baik itu soal harga beli ke petani maupun kualitas bawang merah yang distandarkan untuk ekspor agar bisa dibahas secara tuntas dalam pertemuan kali ini. Hal tersebut penting agar kedua belah pihak bisa saling menguntungkan,” harapnya.

Di lain pihak, Jaidi, Petani Bawang di Desa Harapan Kabupaten Tapin mengapresiasi adanya kegiatan kali ini. Karena dirinya bisa mendapatkan informasi sekaligus berkenalan dengan perusahaan yang bisa membantu dirinya untuk mengekspor hasil panen bawang merahnya.

Menurutnya sejak dibantu dalam hal pendampingan, peralatan dan pergudangan oleh Perwakilan BI Wilayah Kalsel. Produktifitas bawang merah yang dihasilkan oleh dirinya dan kelompok tani lainnya naik 7 – 8 Ton dengan waktu panen yang mencapai 3 bulan sekali.

“Kami berharap kedepannya program pendampingan bisa terus berlanjut. Bahkan kalau perlu juga ada program studi banding ke daerah yang sudah sukses mengekspor bawang, agar kami bisa menimba ilmu disana untuk dapat mendorong bawang merah Kalsel bisa berorientasi ekspor,” pungkasnya.(arief)

Reporter:Arief
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->