Connect with us

Lifestyle

Bermusik di Alam Terbuka Mandiangin, Figura Renata Menyatu di NUA 2019

Diterbitkan

pada

Nada Untuk Alam (NUA) 2019 sukses menghibur anak muda di Tahura Sultan Adam, Sabtu 22 Juni 2019. Foto : edo

MARTAPURA, Tidak pernah absen dalam event musik tahunan di Kalsel, Nada Untuk Alam (NUA) 2019 sukses menghibur anak-anak muda yang hobi bercengkrama dengan alam bebas, di Mandiangin, Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/6).

Pada tahun ini, NUA menunjukan eksistensi dengan menghadirkan band kenamaan asal kota Semarang yakni Figura Renata. Ya, band yang digawangi duo personel yaitu Deviassita Putri (vokal) dan Bima Sinatrya (gitar, vokal) ini berhasil memecah euforia penonton lewat lantunan melodi dan lirik lagu yang puitis.

Ketua Panitia NUA 2019, Muhammad Yulian Effendi mengatakan, ada berbagai pertimbangan dari pihaknya untuk memilih Figura Renata sebagai bintang tamu. Menurutnya, band yang berdiri sejak Oktober 2015 ini belum pernah sama sekali tampil di Kalsel yang tentunya dapat dijadikan sebagai ajang temu para penggemarnya.

“Lagu-lagunya enak didengar, juga memiliki beberapa single hits yang mana sangat cocok dengan konsep acara di alam. Terbukti antusias penonton saat Figura Renata naik ke panggung, itu luar biasa,” katanya.

Acara yang digagas oleh Morning Art Media Creative ini memang telah menjadi sorotan dari berbagai kalangan sejak beberapa tahun terakhir. Dengan mengangkat budaya musik khas Kalsel, panorama keindahan alam serta kreativitas musik dari band-band lokal, telah membuat NUA dikenal sampai saat ini. Tidak heran, penontonnya pun ada yang berasal dari luar daerah.

Berlatar belakang hutan pepohonan, NUA 2019 memiliki konsep yang lebih elegan dari gelaran sebelumnya. Tentunya, Morning Art Media Creative juga menyediakan berbagai kebutuhan bagi para penonton dengan tersedianya stand makanan dan minuman, serta berbagai macam souvenir agar membuat para pengunjung tetap nyaman.


Menonton konser musik di alam terbuka selalu melahirkan nuansa dan kesan tersendiri. Seperti dirasakan, Farid (20) asal Kabupaten Balangan yang mengatakan kedatangannya kali ini menjadi pertama kalinya sejak di gelarnya NUA pertama kali pada tahun 2015.

“Baru pertama kali dan acaranya luar biasa. Kalau saya dan teman-teman saya, memilih untuk bermalam di sini sekalian camping. Di acara ini saya juga banyak kenal beberapa teman dari berbagai daerah,” katanya.

Selain itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, NUA 2019 juga turut memadukan kreatifitas teknologi anak Banua lewat video dokumentasi tentang maskot Kalsel yakni Bekantan.

Ketua Panitia NUA 2019, mengatakan masih banyak seniman dan musisi kreatif yang dapat ditampilkan dalam festival musik. Ia berharap adanya wadah dimana seniman dan musisi tersebut dapat menyalurkan karya-karyanya.

“NUA hanya salah satu wadah dimana teman-teman seniman kita bisa bekreasi. Kita harap event-event musik setiap tahun bisa terus di tonjolkan. Namun tentu saja itu membutuhkan dukungan dan partisipasi teman-teman penikmat musik,” tandasnya. (rico)

Reporter :Rico
Editor :Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->