Connect with us

ACT KALSEL

Banjir Bandang Gowa Meluas Hingga Makassar

Diterbitkan

pada

Banjir di Kabupaten Gowa, Sulsel. Foto : ACT

GOWA, Banjir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan hingga Rabu (23/1) pagi masih terpantau tinggi. Hujan yang masih turun membuat ketinggian air di bendungan Bili-bili yang menjadi sumber air banjir pun, masih berada di atas 100 meter. Untuk itu, masyarakat yang berada di sekitar sungai yang alirannya berasal dari Bili-bili diminta untuk tetap waspada.

Dari data yang dihimpun tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), jumlah masyarakat yang mengungsi tak kurang dari 2.396 jiwa. Mereka tersebar di 14 titik pengungsian. Sebagian besar mengungsi di masjid-masjid, puskesmas ataupun rumah kerabat yang dirasa aman dari terjangan banjir.

Tim ACT Sulsel Nur Ali Akbar menjelaskan, titik banjir terparah ada di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Menurut Nur Ali, wilayah ini memang berada di perbatasan antara Kabupaten Gowa dan Makassar. Ketinggian air di pemukiman itu mencapai leher orang dewasa.

“Kabarnya air naik sejak pukul 18.00 WITA, selain karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari, juga karena pintu air di Bendungan Bili-bili dibuka guna menghindari jebolnya bendungan,” jelasnya, Rabu (23/1).

Sampai saat ini, tim ACT bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan dibantu warga masih melakukan evakuasi kepada warga. Masih terdapat warga yang enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Dengan menggunakan perahu karet, relawan ACT coba menjangkau wilayah yang ketinggian airnya hingga seleher orang dewasa.

ACT sendiri sampai saat ini sudah membuka empat posko bencana. Posko induk berada di Kantor Cabang ACT Sulsel di Makassar. Sedangkan tiga posko wilayah tersebar di Masjid Mangalli yang ada di depan Terminal Pallangga, kemudian ada juga di Aula Kantor Kecamatan Pallangga, serta di Masjid Nurul Yaasin di Perumahan Grha Kalegowa di Kelurahan Mangalli, Kabupaten Gowa.


Koordinator Aksi dari Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulsel Miswar mengabarkan, masyarakat terdampak memerlukan banyak bantuan, khususnya logistik makanan. Selain itu selimut juga diperlukan karena kondisi udara yang dingin. “Pakaian serta obat-obatan juga mendesak untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak,” ungkapnya, Rabu (23/1).

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Tak perlu termakan kabar yang sumbernya belum jelas atau bohong. Ia juga berpesan kepada warga untuk terus mengikuti arahan yang diberikan oleh pemerintah serta tim pertolongan.

Kepala Cabang ACT Kalsel Arie Setiawan terkait Banjir di Sulsel mengatakan, bencana adalah anugerah karena di dalamnya ada gotong-royong, ada kepedulian, ada persatuan.

“Maka, mari sikapi dengan keseriusan dalam menanganinya. Namun, keseriusan ini tidak cukup hanya dengan kata-kata,” ujarnya.

Berikhtiar yang terbaik untuk sesama, ACT Kalsel masih membuka posko kemanusiaan untuk bencana di Indonesia, termasuk di Kalsel dan Sulsel. Buka setiap hari dari jam 08.00 wita sampai jam 21.00 wita. Alamat di Jl A Yani Km 5,5 No 49 Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin. (act)

Reporter : ACT
Editor : Kk

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
-->