HEADLINE
Balogo dan Bagasing “Menolak Punah”, Permainan Tradisional yang Tersisa di Banua
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Permainan tradisional tidak pernah absen di setiap event kebudayaan di Kalimantan Selatan. Sayangnya, permainan tradisional Banua perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan di tengah era digital sekarang ini.
Ya, dulu bermain logo atau balogo dan bagasing banyak peminatnya baik dari kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa melalukan permainan itu.
Sekarang balogo dan bagasing hanya bisa disaksikan pada acara atau event kebudayaan saja.
Baca juga: Ini Persyaratan Terbang di Bandara Syamsudin Noor
Salah satunya pada event Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2021 yang dihelat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel di Taman Siring Nol Kilometer Banjarmasin. Permainan tradisional seperti balogo dan bagasing ikut serta menghiasi festival budaya tersebut, Sabtu (23/10/2021).
Salah satu pemain yang terbagung dalam GOBI (Gabungan Olahraga Balogo Indonesia) Ani, mengatakan, ingin memperkenalkan permainan tradisonal hingga tingkat nasional. Tetap melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional dengan baik di tengah masyarakat.
“Tujuan utamanya kami ada di sini adalah untuk pelestarian olahraga tradisional khas Banjar. Mnolak punah, sekaligus bernostalgia masa kejayaan balogo di era 70-90-an,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat Kalsel tentu saja tidak asing lagi mendengar dengan permainan rakyat bagasing, terutama yang tinggal di wilayah Hulu Sungai atau Banua Enam.
Baca juga: Tak Sempat ke Kantor Pajak? Ini Cara Daftar NPWP Online dan Syarat Pembuatannya
Permainnan gasing ydari bahan kayu ini dimainkan dengan seutas tali dan diikat pada gasing, kemudian dilempar ke dalam sebuah arena.
“Gasing yang mampu bertahan dengan putaran paling lama adalah pemenangnya saat kena benturan gasing lawan,” ujar Ahmad, salah satu pemain gasing.
Di tempat lain, salah seorang pengunjung, Mulkani menuturkan dulu dirinya sangat menyukai permainan balogo dan bagasing ini.
“Berasa nostalgia ketika masih umur anak-anak dulu, kami sering memainkannya di tanah lapang,” akunya.(kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE1 hari yang laluCemari Lingkungan, Komisi III DPRD Banjarbaru Cek SPPG ‘Merah’
-
HEADLINE3 hari yang laluDari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”
-
HEADLINE2 hari yang laluRencana Aksi Bersama Pengendalian Banjir Kawasan Banua Enam
-
HEADLINE2 hari yang laluASN Bisa WFA dan Cuti Bersama hingga Dua Minggu, Begini Skemanya
-
PUPR PROV KALSEL24 jam yang laluUpayakan Penanganan Banjir di Banua, Pemprov Kalsel Gelar Rakor
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluEnam Pj Kades di Kecamatan Mantangai Dilantik


