Kabupaten Banjar
Bahas Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Pengusaha Tambang Dikumpulkan
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Mencegah kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi pengendalian kerusakan lingkungan hidup, Kamis (22 /7/ 2021).
Rapat koordinasi melibatkan stakeholder terkait, serta puluhan perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Banjar.
Hadir dalam acara tersebut Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, Ikwansnyah, Plt Kepala DLH Kabupaten Banjar Mursal, Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Sutikno dan Prof Dr Suhaili Asmawi sebagai narasumber.
Plt Asisten Perekonomian Pembangunan, Ikhwansyah, mengingatkan perusahaan tambang untuk melakukan operasional sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2021: Menilik Urgensi Vaksinasi Covid-19 untuk Anak, Seberapa Penting?
“Banyak aspek yang mesti diperhatikan oleh perusahaan tambang, mulai dari aspek legalitas lahan, aspek sosial masyarakat, ekonomi hingga pengelolaan lingkungan yang baik,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar telah memberikan fasilitas lahan untuk perusahaan tambang, agar operasional dilakukan dengan mengindahkan kelestarian lingkungan.
Rakor diikuti oleh akademisi, pemerhati lingkungan ini diharapkan dapat menyatukan kerangka pikir dan pemahaman terhadap bahaya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran partisipasi komintmen dan sinergitas dalam pengendalian dampak lingkungan.
Baca juga: Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Gratis Sampai 28 Juli
Plt Kepala DLH Kabupaten Banjar Mursal mengatakan, tujuan mengundang para perusahaan tambang sebagai peserta karena kegiatan pertambangan berpotensi merusak lingkungan.
“Jika tidak dikelola dengan baik dan benar akan berpotensi merusak lingkungan, sehingga dengan diadakannya Rakor diharapkan para pengusaha tambang lebih berkomitemen dalam mengelola lingkungan, sesuai dengan kaidah good maining practice atau kaidah teknik pertambangan yang baik,” jelasnya. (kanalkalimantan.com/shintia)
Reporter: shintia
Editor : kk
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





