ADV BARITO KUALA
Aplikasi LANTINGKUU BATOLA Diluncurkan untuk Percepatan Penurunan Stunting
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Penjabat Bupati Barito Kuala, Mujiyat, secara resmi meluncurkan aplikasi LANTINGKUU BATOLA (Lanjutkan Atasi Stunting Kearah Maju Untuk Barito Kuala) di Aula Mufakat pada hari Kamis. Acara peluncuran dihadiri oleh Forkopimda Barito Kuala, Sekretaris Daerah H. Zulkipli Yadi Noor, Staf Ahli, kepala SKPD Barito Kuala, Camat, Kepala Puskesmas, serta Kader Posyandu.
Aplikasi LANTINGKUU BATOLA, yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, mendapat apresiasi langsung dari Mujiyat. Pj. Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Diskominfo, SKPD, dan organisasi Setda Kabupaten Barito Kuala yang terlibat dalam pengembangan aplikasi ini.
Dengan kehadiran aplikasi LANTINGKUU, Mujiyat berharap dapat mendukung percepatan penurunan stunting di Batola melalui ketepatan data penderita stunting dan penanganannya. Pj. Bupati menyoroti fakta bahwa angka stunting di Kabupaten Barito Kuala masih menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, upaya percepatan penurunan stunting menjadi suatu keharusan.
Mujiyat menekankan bahwa percepatan penurunan stunting di Batola telah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten. Upaya ini melibatkan seluruh SKPD untuk melakukan intervensi pencegahan dan penurunan stunting melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Kerjasama dengan 30 desa lokus juga menjadi bagian integral dari usaha ini.
Pj. Bupati meminta kerjasama dari semua pihak, termasuk SKPD, Camat, Kepala Desa, pelaku usaha, dan masyarakat, karena status gizi dan kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia. Mujiyat menjelaskan bahwa hal ini sangat penting dalam menyiapkan generasi yang produktif dan kompeten untuk menyambut bonus demografi pada tahun 2030.
Mujiyat juga mengajak SKPD pengampu stunting untuk memanfaatkan aplikasi LANTINGKUU dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya melakukan update data penanganan stunting secara cepat dan tepat agar permasalahan ini dapat diketahui secara dini dan diselesaikan dengan segera.
Mujiyat berharap agar kolaborasi dan sinergi semua pihak dapat mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Kuala, menjadikannya daerah yang bebas stunting.(www.kanalkalimantan.com/adv)
Editor : KK
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluMasuk Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Banjarbaru Cek Kesiapan SRT 2
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDampak Matinya Ikan Keramba di Karang Intan, Pemkab Banjar dan Relawan Bersihkan Aliran Sungai
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPeyusunan Naskah Akademik Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluTim KPK Monitoring dan Evaluasi Program Cetak Sawah 2026 di Kapuas
-
Kabupaten Balangan1 hari yang laluFestival Mesiwah Pare Gumboh VIII Digelar di Desa Liyu
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluTRC BPBD Kalsel Tangani Tiga Titik Karhutla di Banjarbaru


