Connect with us

Kota Banjarbaru

Angkat Nama Daerah, Bunga Bangkal Jadi Motif Kain Sasirangan Khas Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Produksi kain sasirangan khas Kelurahan Bangkal, Banjarbaru Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berbisnis sembari mengangkat nama daerah, kenapa tidak? Dan inilah yang dilakukan oleh Leny (45), pemilik dari toko Bunga Bangkal Sasirangan, yang beralamat di Jl Mistar Cokro Kusumo, RT 03/RW 1, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Sudah sejak tahun 2014 silam, Leny merintis bisnis kain khas Kalimantan Selatan (Kalsel) ini. Di tangannya, produk kerajinan batik celup yang menggunakan teknik ikat ini memberikan sentuhan karakter khas, yang tak dimiliki sasirangan lain. Yakni motif bunga bangkal (nauclea orientalis) yang juga menjadi nama kelurahan di tempatnya.

Kenapa harus bangkal?
“Saya ingin mengangkat nama Kelurahan Bangkal. Karena di Kelurahan Bangkal sini terdapat tanaman yang sering disebut orang Bunga Bangkal,” terangnya kepada Kanalkalimantan.com, Sabtu (20/2/2021).

Leny mengatakan, motif bunga bangkal juga ia kombinasikan dengan tren motif yang sedang laku di pasaran.



“Jadi, di setiap kain sasirangan yang kami bikin, selalu menampilkan motif bunga ini. Tujuannya tak lain agar orang mengetahui, kain sasirangan ini ciri khas dari Kelurahan Bangkal,” cetusnya.

Diakui, perlu waktu untuk mengenalkan produk sasirangan bakal ini. Sejak mulai merintis, Leny akhirnya baru baru mendapatkan izin usaha mikro dari Kecamatan pada tahun 2016.

“Untuk pendapatan dari awal membuka masih sedikit. Tapi seiring berjalannya waktu dan juga mendapat dukungan dari Dinas Perdagangan, pendapatan sudah mulai meningkat,” bebernya.

Untuk kain Sasirangan Bunga Bangkal ia jual dengan harga bervariasi. Dari Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu.

“Kalau yang tanpa bordir itu sekitar Rp 100 ribu, bisa juga lebih tergantung motifnya. Sedangkan yang pakai bordir sekitar Rp 185 ribu hingga Rp 250 ribu, itu untuk bahan katun satin. Sedangkan untuk kain yang sudah menjadi baju, tinggal nambah upah jahit, ada yang Rp 270 ribu, tergantung bordir dan tergantung bahan kain juga,” jelasnya.

Untuk produksi kain sasirangan ini, Leny mengatakan biasanya hanya produksi pada hari Rabu dan Sabtu.

Ia mengatakan, dampak pandemi covid-19 juga dirasakannya. Penghasilan dirinya turun drastis akibat pandemi.

“Sangat berdampak, sewaktu sebelum Covid-19 melanda, penghasilan saya lumayan, pesanan banyak, sekitar 150 lembar kain, Sedangkan, waktu ada Covid-19, pesanan turun drastis, kurang dari 50 persen. Cuman beberapa bulan saja, setelah selesai PSBB, sekitar bulan Agustus 2020,pesanan sudah mulai naik lagi,” ucap Leny.

Dia juga mengungkapkan, untuk penghasilan pada bulan Januari 2021, sekitar Rp 20 juta.

“Kalau saat ini, dari bulan Januari 2021, kemarin ada omzetnya mungkin sekitar Rp 20 juta, satu bulan, namun di bulan Februari agak menurun, tergantung pesanannya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, sebagian besar pembelinya memilih datang langsung. Karena ingin melihat secara langsung motif-motifnya. “Kalau yang dari online, pemesan biasanya dari Kabupaten Balangan, kalau yang datang langsung ke sini, bisa dari Pagatan, dulu juga pernah ada pesanan dari Dinas Koperasi Surabaya,” katanya. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Kota Banjarbaru

14 Titik Siring di Banjarbaru Amblas Tergerus Banjir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PUPR Jadwalkan Perbaikan Akhir Maret


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Siring sejumlah sungai di Banjarbaru amblas tergerus banjir Januari lalu. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Perbaikan sejumlah titik siring amblas di wilayah Banjarbaru akibat banjir Januari lalu, siap direalisasikan. Upaya penanganan pasca bencana ini rencananya akan dimulai pada akhir Maret nanti.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru meluruskan perihal kalkulasi kerugian di sektor infrastruktur akibat banjir. Dimana pada musibah awal tahun tadi, dilaporkan setidaknya ada 14 titik siring yang runtuh akibat dihantam derasnya air.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR, Subrianto, menyebut lokasi terparah berada di kawasan sungai Kemuning. Berdasarkan pantauan di lapangan, ada 4 titik siring yang runtuh di kawasan sungai sepanjang 5 kilometer tersebut.

“Bahkan, ada satu titik yang sudah mencapai bangunan rumah warga. Karena siringnya sudah runtuh, derasnya aliran air menggerus bagian pondasi dasar rumah warga yang lokasinya di bantaran sungai,” kata Subriyanto, Selasa (2/3/2021).



Kekhawatiran atas kondisi ini, ujar Subrianto, menjadikan program perbaikan siring menjadi hal yang harus cepat dilakukan, meski masih menunggu waktu tepat hingga cuaca dinyatakan telah aman.

“Akan percuma jika kita melakukan perbaikan siring tapi cuaca masih sering turun hujan. Beton siring itu butuh waktu 28 hari untuk kering. Jadi kita menunggu cuaca sudah bagus dulu,” bebernya.

Oleh karena itu, Dinas PUPR berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ihwal memastikan perkiraan cuaca beberapa waktu ke depan. Hasilnya, perbaikan siring dijadwalkan akan dimulai pada akhir Maret nanti.

“Ya, kami sudah berkoordinasi dengan BMKG, dimana hujan diperkirakan masih akan terjadi di bulan Maret ini. Setelah kami pertimbangan, kami putuskan memulai perbaikan siring akhir bulan nanti,” jelasnya.

Lantas, apa tindakan darurat sembari menunggu dimulainya perbaikan siring? Dalam hal ini, Subrianto, memastikan telah melakukan upaya-upaya darurat. Penanganan itu dilakukan tepat peristiwa runtuhnya siring.

“Jadi untuk penanganan darurat ini, kita hanya memasang siring pancang dari galam. Ini untuk mengurangi area kerusakan dan juga meminimalisir risiko untuk pengunjung atau bangunan di bantaran,” tuntasnya.

Selain di kawasan sungai Kemuning, runtuhnya bangunan siring akibat banjir juga terjadi di Sungai Makmur, Kelurahan Landasan Ulin Utara, serta Sungai Guntung Manggis di Kelurahan Landasan Ulin Selatan. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter :rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Disebut Panas dan Sirkulasi Udara Kurang, Ini yang Akan Dikerjakan PUPR di Pasar Bauntung

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pasar Bauntung Banjarbaru akan ditambah blower dan pengurangan skylight di bagian atap. foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Keluhan pedagang maupun pembeli atas kondisi sirkulasi udara di dalam gedung Pasar Bauntung di Jalan RO Ulin, yang begitu panas akhirnya mendapatkan respon dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru rencananya akan melakukan beberapa renovasi di struktur bangunan pasar seluas 1,7 hektare itu.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarbaru, Abdussamad, mengungkapkan bahwa keluhan panas serta kurangnya sirkulasi udara di gedung pasar, sebenarnya telah menjadi atensi dari Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, saat meninjau pasar pada akhir pekan kemarin.



“Jadi gedung pasar terlalu banyak cahaya yang masuk. Khususnya pada siang hari, sehingga menyebabkan suhu di dalam pasar sangat panas. Kita berencana mengganti bagian penyaring masuknya cahaya yang disebut skylight,” katanya, Senin (1/3/2021) siang.

Tak hanya itu saja, kata Samad -akrab disapa-, untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam pasar, pihaknya juga berencana menambah mesin blower di tiap-tiap sudut bangunan. Sehingga, diharapkan dapat menciptakan kondisi yang nyaman saat beraktivitas belanja. “Ya, termasuk menambah blower. Akan kita kerjakan sesegera mungkin,” tambahnya.

Disinggung soal anggaran yang akan digelontorkan, Samad menyebut tak membutuhkan biaya yang besar. Dalam hal ini, ujarnya memang disediakan anggaran khusus pemiliharaan pasca pembangunan pasar dinyatakan rampung pada Desember 2020 lalu.

“Tidak terlalu besar biayanya. Karena kita sendiri mempunyai anggaran kegiatan rutin untuk pemeliharaan bangunan pasar,” katanya.

Terakhir, Samad juga menyingung soal pembangunan Musholla di Pasar Bauntung. Dimana peninjauan para anggota DPRD Banjarbaru beberapa waktu lalu, menilai bahwa penempatan lokasi tempat ibadah yang berada di dalam pasar dirasa kurang tepat.

“Kita memang arahnya membangunan musholla baru. Tapi kali ini penempatannya berada di luar gedung pasar. Tapi untuk rencana ini masih kita bahas dulu dengan Dinas Perdagangan,” tuntasnya.

Pasar Bauntung baru di Jalan RO Ulin ini telah resmi dibuka pada pertengahan Februari lalu. Pembangunan pasar modern ini telah menelan anggaran mencapai Rp 86,2 miliar atau lebih rincinya Rp 86.283.736.000.

Dibangun di atas lahan 11,39 hektare, bangunan pasar memiliki fasilitas dan sarana untuk lokasi jualan para pedagang. Diantatanya, ruko 2 lantai ukurannya 4×8. Kemudian di dalam terdapat kios ukuran 3×6 ada 133 unit, kemudian kios ukuran 3×3 ada 355 unit, kemudian ada plasa dan lospin, lospinnya sebanyak 420 dan plasa 130 unit. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->