Akhir Drama Panjang Pilrek, Sutarto Hadi Kembali Duduki ‘Tahta’ ULM - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Akhir Drama Panjang Pilrek, Sutarto Hadi Kembali Duduki ‘Tahta’ ULM

Diterbitkan

pada

Proses pemilihan rektor ULM yang berakhir dengan terpilihnya kembali Sutarto Hadi Foto : Mario

BANJARMASIN, Seperti drama panjang, akhirnya kisah pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu berakhir. Sejumlah konflik yang terjadi sepanjang pemilihan telah usai, dengan terpilihnya kembali calon incumbent Prof Dr H Sutarto Hadi M.si, M.Sc sebagai Rektor ULM periode 2018-2022.

Sidang tertutup pemilihan Rektor ULM Periode 2018-2022 berlangsung di Rektorat ULM pada Rabu (12/09) pukul 10.00-11.30 Wita. Ada tiga kandidat yang ikut serta dalam pemilihan suara, Prof Dr H Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc dengan nomor ururt satu, Prof. Dr. Zairin Noor, dr, Sp.OT(K), M.M dengan nomor urut 2, dan Prof. Dr. H. M. Hadin Muhjad, S.H, M.Hum dengan nomor urutan tiga.

Sidang yang berlangsung selama satu jam setengah ini menghasilkan 89 suara sah dan 0 suara tidak sah. Prof Dr H Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc kembali terpilih sebagai Rektor ULM periode 2018-2022 dengan perolehan suara sebanyak 59 suara, diikuti Prof Dr Zairin Noor, dr, Sp.OT(K), M.M dengan 23 suara, dan disusul dan Prof Dr HM Hadin Muhjad, S.H, M.Hum dengan perolehan 7 suara. Ini merupakan periode keduanya menjabat sebagai Rektor ULM.

Ketua Senat, Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta M.S mengatakan bahwa sidang ini berjalan dengan lancar. ”Semuanya berjalan dengan lancar. Jadi sesuai ketentuan, (yang memperoleh suara terbanyak) akan diusulkan ke Jakarta supaya dibuatkan SK-nya. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa periode rektor sebelumnya akan berakhir pada tanggal 19 September,” jelasnya.

“Kita berharap, mudah-mudahan ini segera dibuat SK-nya sehingga kita bisa langsung bekerja lagi mengejar ketertinggalan-ketertinggalan yang kita miliki di ULM ini.”

Ketua Senat juga mengutarakan pendapatnya agar Rektor yang terpilih untuk langsung melaksanakan rapat kembali untuk mengatur strategi. “Mengatur strategi di mana poin-poin yang harus ditingkatkan. Berikutnya, pasca Rektor terpilih, kami di Senat Insha Allah dengan komisi-komisinya akan mencoba mengawal dan memantau.” Komisi yang akan memantau terdiri dari Komisi A untuk bagian akademik, Komisi B untuk bagian SDM, Komisi C dengan Kemahasiswaan Alumni, dan Komisi D dengan perencanaan dan kerjasama.

Sehubungan dengan sempat ditundanya sidang ini, Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta M.S menjelaskan bahwa tidak ada masalah apapun. “Jadi peraturan yang baru, rekam jejak calon rektor harus ditelusuri dulu oleh PPATK soal keuangan dan juga dari BIM. Nunggu itu selesai dulu,” ungkapnya.

Pelantikan Rektor yang baru ini masih belum tahu kapan akan dilakukan tapi mereka harap agar bisa dilakukan secepatnya “untuk pelantikan, itu wewenang menteri. Kita cuma bisa menunggu.”



Perwakilan Kemenristekdikti Ani Nurdiani Azizah menambahkan, bahwa sidang ini berjalan lancar dengan dihadiri oleh 58 anggota senat dan 1 orang tidak hadir. Untuk suara, ada 65 persen suara dari senat dan 35 persen dari kementrian. “Dengan adanya kuasa menteri maka total suara adalah 89. Satu orang tidak hadir karena kebetulan orangtuanya meninggal. Pemungutan suara hanya dilakukan 1 kali putaran dan semuanya sah.”

Perwakilan Menteri sendiri menjelaskan kenapa sidang ini dilakukan secara tertutup karena memang sudah sesuai ketentuan yang berlaku. “Bahkan pegawai administrasi pun tidak boleh masuk. Yang terbuka hanya penyampaian visi dan misi. Ketika pemilihan, dilakukan tertutup. Maka surat suara yang dimiliki oleh senat dan kementrian pun disamakan. Jadi tidak ketahuan itu suara dari siapa,” ungkapnya.

Komitmen Sutarto

Sementara itu, Sutarto Hadi, yang terpilih sebagai Rektor ULM periode 2018-2022 sudah menyiapkan beberapa agenda seperti mencapai target agar prodi dengan akreditasi A meningkat hingga 50%. “Kita merancang sistem pembelajaran daring. Jadi targetnya paling tidak 70 peren dosen sudah memiliki konten pembelajaran secara daring,” jelasnya.

Ia juga sudah mengeluarkan SK akan memberikan insentif Rp 7,5 juta kepada setiap dosen yang membuat pembelajaran daring. “Dari segi perangkat juga sudah mendukung. Jadi sudah ada peladen untuk dosen-dosen yang ingin menyediakan materi pembelajaran daring. Baik materi dari buku, video, PPT, dan materi yang lain bisa diunggah, sehingga mahasiswa bisa belajar secara daring.”

Sistem pembelajaran daring ini yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) Kemenristekdikti selaku perwakilan menteri yang menyampaikan siapapun yang terpilih menjadi Rektor ULM periode 2018-2022.

Sedangkan untuk Wakil Rektor ditentukan bulan Desember. “Saya juga meminta pertimbangan dari senat. Kalau kinerja sudah bagus, mungkin bisa kita pertahankan. Tapi kalau memang kita mengganggap perlu perubahan, maka akan kita lakukan,” katanya.

Sutarto juga sedang berbenah untuk membuat akreditasi internasional. “Namanya Asian University Network Qualitity Assurance. Saya sudah mengirim tim ke Bangkok sebulan yang lalu. November saya menyusul. Di sana akan mempelajari bagaimana agar bisa mendapat akreditiasi internasional.”

Ia memprioritaskan prodi yang sudah berakreditasi A untuk mendapat akreditasi internasional. “Targetnya minimal 5 prodi dapat akreditasi internasional. Saya sudah mendata, ada Bahasa Inggris, Ilmu Tanah dan Akuntansi. Jadi tiga dekan ini dulu yang akan saya ajak untuk pelatihan 3 minggu di Bangkok.”

Untuk program yang berkaitan dengan mahasiswa ia terus mendorong khususnya pada bagian pendidikan dan olahraga.(mario sumampow)

Reporter : Mario
Ediotr : Chell

Bagikan berita ini!
  • 5
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan