Connect with us

HEADLINE

Abdul Latif Ternyata Ditangkap KPK Saat Transaksi Suap di Surabaya!

Kabar OTT oleh KPK di Surabaya dan Barabai ternyata satu kesatuan. Latif ditangkap di Surabaya saat melakukan transaksi suap dengan pengusaha. Dan KPK telah mengamankan dua orang tersebut.

Bagikan berita ini!
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares

Diterbitkan

pada

KPK menangkap pejabat di HST dalam operasi tangkap tangan. Foto : net

BARABAI, Mesteri penangkapan Bupati HST Abdul Latif sedikit demi sedikit akhirnya terkuak. Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang dilakukan di dua lokasi, yakni Surabaya dan HST, ternyata merupakan satu kesatuan. Kabar yang mengejutkan, ternyata Abdul Latif ditangkap KPK justru saat sedang transaksi suap di Surabaya!

Kabar ini disampaikan Kapolda Kalsel Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana, memberikan keterangan perihal penangkapan Bupati HST dan pengusaha bernama H Fauzan. Kepada wartawan, Kapolda mengatakan menerima informasi bahwa KPK justru menciduk Bupati Abdul Latif dan Fauzan ketika transaksi serah terima uang di Kota Surabaya.

“Iya Bupati (Abdul Latif) itu saat transaksi di Surabaya dan di-OTT (Operasi Tangkap Tangan) nya di Surabaya. Infonya seperti tadi, OTT-nya di Surabaya, lanjut tim lakukan penggeledahan di Barabai,” tegas Brigjen Rachmat Mulyana, Kamis (4/1).

Hal ini juga dibenarkan Juru bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan bahwa kedua operasi tangkap tangan (OTT) itu masih dalam satu perkara. “Dari OTT itu kami mengamankan enam orang, satu di Surabaya dan sisanya di satu wilayah di Kalsel. Kedua operasi itu masih dalam satu perkara,” terangnya saat ditemui di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/1) sore dilansir detik.com.

Febri juga membenarkan bahwa salah satu kepala daerah di Kalsel terjerat dalam OTT itu. Namun ia masih enggan membocorkan nama-nama orang yang diamankan dalam OTT hari ini. Febri menegaskan adanya transaksi penerimaan hadiah atau janji dalam bentuk uang dalam proyek pembangunan rumah sakit.

“Kami mengamankan uang ratusan juta rupiah dan diduga transaksi ini bernilai lebih dari Rp 1 miliar. Transaksi penerimaan hadiah ini berkaitan dengan proyek pembangunan satu rumah sakit di sana,” kata Febri.

Pada tahun 2017, upaya meningkatkan pelayanan dengan pembangunan infrastruktur rumah sakit terus dilakukan oleh Bupati HST Abdul Latif. Termasuk penyediaan alat kesehatan yang lebih lengkap, hingga melengkapi tenaga medis dan non medis.

Pada APBD HST 2018, Pemkab HST kembali menganggarkan Rp 55 miliar untuk merealisasi pembangunan gedung empat lantai. Terdiri IGD, Aula yang lebih luas, apotek berdasarkan master plan yang sudah dibuat, semua bangunan lama dibongkar, kecuali bangunan induk di depan.

Sebelum melaksanakan proyek pembongkaran ruang rawat inap lama, pihak rumah sakit terlebih dahulu membangun gedung baru, yang juga empat lantai, menggunakan APBD HST 2017, yang telah selesai, namun belum diresmikan penggunaannya.

Disebutkan, gedung baru rawat inap yang terletak di samping kanan bangunan induk rumah sakit itu, berkapasitas 135 bed. Terdiri ruang rawat inap kelas I, VIP dan Super VIP. Gedung empat lantai di dengan luas bangunan 7.025 meter persegi itu, juga dilengkapi lift.

Mengenai OTT tersebut, Kabag Humas Pemkab HST Ramadhan membenarkan ada beberapa orang yang mengaku dari KPK tiba-tiba datang langsung masuk ruangan. “Saya sendiri tak sempat melihat, saat saya naik ke atas, ruangan bupati sudah kosong,” kata Ramadan kepada wartawan.

Dilihat dari aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kamis (4/1), Latif memiliki total harta kekayaan Rp 41.156.022.960. Angka itu dilaporkannya terakhir pada 3 Mei 2015.

Saat itu, dia merupakan anggota DPRD Kalsel yang tengah mencalonkan diri sebagai Bupati Hulu Sungai Tengah. Dari laporan itu, Latif tercatat memiliki 36 bidang tanah yang tersebar di Banjarbaru dan Hulu Sungai Tengah. Selain itu, Latif juga tercatat pernah memiliki belasan kendaraan bermotor.

Sebelum melapor pada 3 Mei 2015, Latif pernah melaporkan belasan kendaraan bermotornya pada 8 Januari 2004. Saat itu, dia mencatatkan 19 motor dan mobilnya. Namun pada di tahun 2015 ketika dia memperbarui hartanya, hanya ada 1 mobil yaitu Jeep Wrangler tahun 2013 seharga Rp 900 juta.

Selain itu, Latif memiliki harta lainnya berupa simpanan logam mulia senilai Rp 112.200.000 dan simpanan giro sebesar Rp 3.476.368.960.  Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan OTT yang dilakukan di Hulu Sungai Tengah dan Surabaya. ((cel/dtc/jp)

 

Reporter : Cel/dtc/b>
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares
-->