PILKADA BANJARMASIN
PKS Lebih Pilih Mushaffa Ketimbang Ibnu, Ini Alasannya Menurut Habib Aboe Bakar
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung H Mushaffa Zakir, tak lagi memilih Ibnu Sina di Pilwali Banjarmasin 2020 menjadi pertanyaan. Karena bakal ada dua kader PKS yang akan bertarung saat kontestasi Pilwali Banjarmasin.
Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Kalimantan Habib Aboe Bakar Al Habsyi membeberkan alasan partai dakwah ini mengusung Mushaffa yang akan berpasangan dengan bakal calon wali kota Hj Ananda. Menurut anggota DPR RI ini, baik Ibnu maupun Mushaffa sudah mendaftar dalam penjaringan yang dilakukan oleh PKS pada Oktober 2019 lalu.
“Dalam pencalonan, semua nama disebutkan. Termasuk Ibnu Sina kita masukkan pencalonannya. Itu dibahas di tingkat pemenangan Pemilu, yang kemudian dibahas lagi di DPP PKS. Hasil survei yang berkembang memunculkan nama ini (Ananda-Mushaffa),” kata Habib Aboe Bakar usai penyerahan surat keputusan (SK) kepada pasangan Ananda-Mushaffa di DPW PKS Kalimantan Selatan, Minggu (16/8/2020) siang.
Diakui Habib Aboe Bakar, kinerja partai dalam memilih nama-nama yang akan diusung di Pilwali Banjarmasin bekerja sesuai biasa. Hasilnya, secara struktural, PKS mengamanahkan kadernya yaitu Mushaffa untuk mendampingi Ananda di Pilwali Banjarmasin.

Hj Ananda-H Mushaffa Zakir secara resmi memperoleh surat keputusan (SK) dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Minggu (16/8/2020) siang. foto: fikri
Lalu, bagaimana status Ibnu Sina yang masih tercatat sebagai kader PKS, namun diusung partai lain misalnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? “Tidak apa-apa, biar saja. Tidak ada masalah. PKS itu partai dakwah, jadi semuanya welcome saja,” tegas Aboe Bakar.
Namun begitu, Aboe Bakar menegaskan bahwa PKS ingin memberikan kesempatan kader lainnya untuk berkompetisi di Pilwali Banjarmasin. Pada dasarnya, Aboe Bakar percaya bahwa Ibnu Sina yang masih tercatat sebagai kader PKS merupakan orang yang baik, dan partai ingin memberikan kesempatan kepada kader yang lain.
“Di PKS itu, siapapun ready (siap) orangnya. Intinya pada hari ini, PKS memberikan kesempatan kepada kadernya untuk maju (yaitu) Mushaffa,” imbuh Aboe Bakar.
Lalu, apakah ada potensi perpecahan pada akar rumput PKS di Kota Seribu Sungai? Habib Aboe Bakar memastikan hal ini tidak akan terjadi.
“Insyaallah, Insyaallah. Emosional bisa saja tapi tak akan terjadi. (Tapi) kalau soal baper (bawa perasaan) biasa saja, tapi bahwa struktur partai sudah memutuskan demikian,” lugas Aboe Bakar.
Seperti diketahui, melalui SK Nomor 220/SKEP/DPP-PKS/2020, PKS secara resmi mengusung pasangan Ananda-Mushaffa untuk maju di Pilwali Banjarmasin 2020. Tentunya, dengan raihan 5 kursi PKS di DPRD Kota Banjarmasin ditambah 6 kursi dari Partai Golkar dan 9 kursi dari Partai Amanat Nasional (PAN), sudah mencukupi untuk pasangan ini maju di Pilwali Banjarmasin. (kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : bie
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





