ADV DISHUT KALSEL
Pendamping RHL Praktik Lapang di TH2TI

Pelaksana Teknis Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Budi Agung Setiawan, Rabu (11/3) membagi pengalaman kepada puluhan pendamping RHL 2020 lingkup BPDASHL Barito.
Foto: dishut
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – UPTD Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) melalui Pelaksana Teknis Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Budi Agung Setiawan, Rabu (11/3) lalu membagi pengalaman kepada puluhan pendamping RHL 2020 lingkup BPDASHL Barito. Praktik lapang digelar di areal TH2TI kawasan Pusat Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel di Jalan Abdi Praja Banjarbaru.
Budi berbagi tips dan trik agar tanaman dapat tumbuh secara maksimal. “Yang harus dipahami, menanam tidak hanya membuat lubang, terus menanam. Tetapi tetap mengikuti kaidah-kaidah yang baik. Seperti ukuran lubang yang tidak terlalu sempit. Tujuannya, agar akar dapat bernapas dengan baik,†tuturnya.
Satu-persatu, Budi menuturkan teknis penanaman dan pemeliharaan yang baik. Terutama, teknik pemeliharaan di musim hujan, juga saat kemarau. “Tentunya, penyiraman menjadi salah satu faktor penentu tumbuh kembangnya tanaman,†ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung seru ini, selain menambah wawasan, juga menjadi ajang mengasah kemampuan teknis para pendamping RHL. Berbagai pertanyaan terlontar. Salah satunya, peserta asal Banjarbaru, Yogi. Ia bertanya teknik penanaman secara massal. “Berapa idealnya ukuran tinggi bibit, saat ditanam di areal ini,†tuturnya.
Budi lantas menjawab, bahwa bibit yang ditanam berasal dari berbagai sumber dan penangkar. “Salah satunya, untuk jenis sengon berasal dari Persemaian Permanen BPTH, dengan tinggi antara 25-40 cm,†jelasnya. Sebelumnya, para pendamping RHL telah mendapatkan materi dan pembekalan administrasi. Salah satunya dari Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam arahannya saat membuka dan memberikan pembekalan, Hanif meminta agar para peserta praktik di TH2TI untuk belajar langsung cara membuat lubang, menanam hingga kegiatan pemeliharaan.
“Karena areal TH2TI, telah mendapat pengakuan dari Presiden Joko Widodo, selain itu sebagai referensi bagi para pendamping RHL,†tutur Hanif.
Ia juga meminta mereka untuk melakukan pengawalan, pengamatan, serta pencermatan “by sampel†dan laporan tertulis berupa peta pohon. “Agar nantinya para pendamping RHL, dapat menjamin tidak ada tanaman yang mati,†tandas Hanif. (muti/bpth)
Editor: cell
-
HEADLINE3 hari yang laluJalan Lingkar Palam – Guntung Manggis Akses Baru Antarwilayah di Ibu Kota Kalsel
-
Kabupaten Banjar17 jam yang laluPedagang Sembako Asal Limamar Raih Hadiah Umrah Jalan Santai Pemkab Banjar
-
HEADLINE22 jam yang laluPesawat Standby, Operasi Modifikasi Cuaca Tunggu Awan Bisa Disemai
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluFasilitas Publik Dirusak, Satpol PP Kabupaten Banjar Berhasil Amankan Terduga Pelaku
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluTanggapan Bupati HSU Terkait Raperda Perubahan APBD 2026
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPengurus Kormi Kapuas 2025-2030 Dikukuhkan, Wabup Dodo Dipercaya sebagai Ketua




