Kota Banjarmasin
Ini Kritik Walhi Kalsel Terkait Raperda Revolusi Hijau
BANJARMASIN, Rancangan Peraturan Daerah tentang Revolusi Hijau yang diusulkan Gubernur Sahbirin Noor dalam sidang paripurna DPRD Kalsel, Kamis (3/11) mendapatkan sorotan dari aktivis lingkungan, khususnya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan.
Direktur Ekskutif Walhi, Kisworo mengungkapkan bahwa dari 1.779.982 Ha luas kawasan hutan di Kalsel, jumlah luas lahan kritisnya mencapai 640.000 ribu yang 2/3 di antaranya berada di dalam kawasan hutan.
“Dan bencana ekologis sering terjadi di Kalsel antara lain banjir serta tidak menentunya cuaca dan iklim, tentu ini harus segera disikapi, ” ujarnya.
Terkait Raperda Revolusi Hijau, Kisâ€â€demikian Kisworo disapa, mengungkapkan bahwa jangan sampai mengulangi kegagalan Revolusi Hijau itu sendiri. Karena menurutnya, dalam sejarah “Revolusi Hijau” masih menjadi momok apalagi konsepnya dahulu antara lain monokulturisasi tanaman pertanian, perkebunan dan kehutanan telah membuat pupus fungsi-fungsi ekologi habitat alami. (Baca: Gubernur Sodorkan Perda Revolusi Hijau ke Dewan, Apa Tanggapannya?).
“Ditambah lagi penggunaan bahan kimia, teknologi hibrida dan modifikasi sumber-sumber hayati telah mengganggu sistem keseimbangan alam dan lingkungan, ” tegasnya.
Ia menyarankan mengenai judul Perda relevannya menggunakan istilah bahasa lokal yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan multi tafsir.
“Judul perdanya jangan Revolusi Hijau, bagusnya pakai istilah lokal aja yang mudah di pahami dan tidak menimbulkan multi tafsir, ” bebernya.
Menurut dia, penyusunan Perda nya harus melibatkan banyak pihak dari semua tahapan dengan mengedepankan keanekaragaman hayati, jangan monokultur sehingga memperhatikan daya tampung dan daya dukung lingkungan.
“Dan dalam Perda harus memuat Keadilan antar Generasi, jadi semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak atas lingkungan yang berkualitas dan sehat, ” tandasnya. (robby)
-
HEADLINE2 hari yang laluMama Sinta Dijemput Jet Pribadi Sebelum Laporkan Film Pesta Babi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Antar Kepulangan HM Haridi ke Peristirahatan Terakhir
-
Bisnis20 jam yang laluEkspansi Bisnis Jhonlin Group, Akuisisi Saham PACK Senilai Rp936,65 Miliar
-
Bisnis2 hari yang laluEkspor Batu Bara, CPO, Ferro Alloy Lewat Satu Pintu Berlaku 1 Juni 2026
-
HEADLINE2 hari yang laluKloter BDJ 01 Bersiap Kembali ke Tanah Air, Tiba 4 Juni di Bandara Syamsudin Noor
-
HEADLINE21 jam yang laluHarga BBM Solar Pertamina Turun, Dexlite Kini Rp23.000

