Connect with us

Kalimantan Selatan

Ditantang Turun ke Titik Api, Aliansi BEM Kalsel Ikut Padamkan Karhutla

Diterbitkan

pada

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) turun langsung ke lapangan membantu padamkan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla), Senin (31/8/2026) petang. Foto: aliansi BEM Kalsel

KANALAKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) turun langsung ke lapangan membantu padamkan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla), Senin (31/8/2026) petang. Aksi turun lapangan bersama BPK Emirat tersebut menjadi respons mahasiswa atas pernyataan anggota DPRD Provinsi Kalsel yang menantang mahasiswa agar tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi berani terlibat langsung di lapangan.

Gerakan tersebut diinisiasi oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalsel dan dikoordinasikan oleh Koordinator Pusat BEM se-Kalsel, Ahmad Munawir Sazali.

“Alhamdulillah, hari ini kami dapat turun langsung ke lapangan sebagai pembuktian bahwa mahasiswa hadir bukan hanya untuk mengkritisi. Kami juga prihatin terhadap para relawan yang berada di sini garis depan dan ingin turut membantu secara langsung,” ujar Ahmad Munawir Sazali.

Baca juga: Nirempati Kala Bencana, Netizen: “Krisis Karhutla Melanda, Istri Pejabat Asyik Pesta”

Sekitar 10–15 mahasiswa dari sejumlah BEM yang tergabung dalam aliansi hadir di titik api. Mereka turut membantu aktivitas relawan Karhutla serta terlibat dalam kegiatan sosial bersama BPK Emirat di Banjarbaru kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Koordinator Wilayah 1 Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan, Rizki, mengatakan keterlibatan mahasiswa di lapangan merupakan bentuk kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Hari ini kami turun dengan semangat dan antusias untuk membantu para relawan yang ada. Pada dasarnya, kepedulian kami tidak hanya melalui kritik, tetapi juga dengan hadir dan membantu secara langsung,” kata Rizki.

Baca juga: Asap Pekat Selimuti Sampit, 1.460 Hektare Lahan Terbakar

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyikapi berbagai persoalan sosial. Kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, tetapi harus dapat berjalan beriringan dengan tindakan nyata di tengah masyarakat.

Aksi turun ke lokasi titik api sekaligus menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada penyampaian aspirasi, tetapi juga pada keterlibatan langsung dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat dan relawan di lapangan. (Kanalkalimantan.com/riyan)

Reporter: riyan
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca