Connect with us

Kalimantan Tengah

Asap Pekat Selimuti Sampit, 1.460 Hektare Lahan Terbakar

Diterbitkan

pada

Kendaraan melintas di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (31/8/2026). Foto: Beritasatu.com/Andre Faisal

KANALKALIMANTAN.COM, SAMPIT – Asap pekat menyelimuti Kota Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (31/8/2026) pagi. Di sejumlah kawasan, jarak pandang hanya sekitar 5-10 meter akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Data sementara hingga akhir Agustus 2026, Karhutla di Kotawaringin Timur mencapai lebih dari 1.460 hektare lahan dalam 451 kejadian kebakaran.

Kabut asap tebal terlihat di Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Bangunan, pepohonan, dan kendaraan yang biasanya terlihat dari kejauhan tampak samar tertutup asap.

Baca juga : Percepatan Jembatan Pulau Laut, Dirjen Bina Marga: Akhir 2028 Operasional

Sinar matahari pagi tertutup kabut sehingga suasana kota redup dari biasanya. Bau asap tercium kuat di sejumlah kawasan.

Pengendara yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena terbatasnya jarak pandang. Kendaraan dari arah berlawanan baru terlihat ketika berada dalam jarak relatif dekat.

Kondisi mulai membaik menjelang siang setelah kabut asap berangsur menipis. Namun, warga khawatir gangguan serupa terus berulang selama musim kemarau.

Baca juga : Camat Mantangai Minta Pj Kades dan BPD Bekerja Profesional

Kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan serta anak-anak yang rentan terhadap buruknya kualitas udara.

Sepanjang musim kemarau, satelit pemantau mendeteksi hampir 7.893 titik panas di wilayah Kotawaringin Timur. Pada akhir Agustus, jumlah titik panas yang terdeteksi dalam sehari mencapai sekitar 400 titik.

Kualitas udara juga memburuk. Data sementara mencatat PM2.5 di Kotawaringin Timur berada pada angka 442.

Baca juga : Nirempati Kala Bencana, Netizen: “Krisis Karhutla Melanda, Istri Pejabat Asyik Pesta”

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 15 September 2026 sebagai respons terhadap kebakaran yang masih terus terjadi.

Di lapangan, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan pemadaman.

Petugas menghadapi kendala karena puluhan titik api dapat muncul dalam waktu bersamaan. Keterbatasan sarana pemadaman juga menjadi tantangan, terutama di kawasan lahan kering, termasuk sekitar Jalan Cilik Riwut, Sampit.

Baca juga : Warga Sungai Tiung Minta Air Bersih dari Reses Ketua DPRD Banjarbaru

Pemerintah kabupaten bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat operasi pemadaman darat serta menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Warga berharap penanganan titik api dapat dipercepat dan upaya pencegahan diperkuat agar kebakaran tidak terus meluas serta kualitas udara di Sampit kembali membaik. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca