Connect with us

HEADLINE

Karhutla Belum Padam, Luas Terbakar di Palangka Raya Capai 434,6 Hektare

Diterbitkan

pada

Petugas memadamkan Karhutla di wilayah Kota Palangka Raya, Selasa (25/8/2026). Foto: BeritaSatu.com/Andre Faisal

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat luasan lahan yang terbakar kini sudah mencapai 434,6 hektare.

Api hingga kini belum sepenuhnya padam. Sejumlah titik kebakaran baru bahkan muncul di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Pahandut, dan Kecamatan Sebangau, sehingga satuan tugas gabungan terus berpindah untuk melakukan pemadaman.

Baca juga : Inovasi “PASTI” SDN Hambuku Lima, Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Tahan Banting

Asap tebal masih terlihat mengepul dari sejumlah kawasan lahan gambut. Kondisi tersebut menunjukkan api yang sebelumnya sempat ditangani kembali muncul dan merambat ke lokasi lain.

Petugas gabungan menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama, terutama di lokasi kebakaran yang berada jauh dari akses sumber air.

Embusan angin kencang turut membuat api lebih cepat merambat dan sulit dikendalikan. Selain itu, karakteristik gambut memungkinkan api membakar lapisan tanah bagian bawah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Kondisi tersebut membuat luas lahan yang terdampak terus bertambah. Berdasarkan data terbaru BPBD Kota Palangka Raya, total area yang terbakar kini mencapai 434,6 hektare sejak Karhutla pertama kali terdeteksi.

Baca juga : Pusat Lanting Amuntai Tengah Layanan Terpadu Satu Atap Konseling Catin Tekan Stunting

Untuk memperkuat penanganan, Satgas gabungan menyiapkan sejumlah langkah, termasuk menambah sumur bor dan membuat kanal atau saluran baru di kawasan gambut.

Pemerintah setempat juga menyiapkan embung sebagai cadangan sumber air serta mengoptimalkan jumlah personel yang diterjunkan ke lokasi kebakaran.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemadaman dan membatasi penyebaran api ke wilayah lain. Penanganan juga terus dilakukan untuk menekan risiko munculnya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas warga Palangka Raya. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)

Reporter: beritasatu
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca