Kabupaten Hulu Sungai Utara
Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Ini Masukan Fraksi-Fraksi DPRD HSU
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Persetujuan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna pengambilan keputusan yang berlangsung di gedung DPRD HSU, Senin (24/8/2026) sore.
Dalam sidang paripurna tersebut, anggota DPRD HSU, Junaidi menyampaikan pendapat mewakili keseluruhan fraksi yang ada di parlemen daerah.
Meskipun rancangan perubahan APBD 2026 mengalami penurunan dibandingkan dengan proyeksi yang telah ditetapkan sebelumnya, kondisi tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun menghambat pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.
“Justru, kondisi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap prioritas belanja, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran, serta mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan,” ujarnya.
Baca juga: Kelelahan Nyaris Pingsan Hadapi Asap Tebal Karhutla di Palangka Raya

Dengan demikian, kata Junaidi keterbatasan fiskal yang dihadapi tetap dapat dikelola secara bijaksana dengan memastikan bahwa anggaran diarahkan pada program dan kegiatan yang benar-benar prioritas, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Rincian perubahan APBD 2026 Kabupaten HSU untuk pendapatan daerah semula diproyeksikan Rp1,4 Triliun berkurang Rp32,4 miliar, sehingga menjadi Rp1,3 triliun.
Sedangkan pada belanja daerah, semula dianggarkan Rp1,8 triliun bertambah Rp166,4 miliar menjadi Rp2,9 triliun.
Adapun pembiayaan daerah mengalami kenaikan untuk penerimaan pembiayaan semula dianggarkan Rp418,3 miliar bertambah Rp198,2 miliar menjadi Rp617,2 miliar.
“Berkaitan dengan pelaksanaan dan penggunaan anggaran dari perubahan APBD tahun 2026 ini, pemerintah daerah agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan kegiatan agar tidak terjadi keterlambatan, pemborosan, pekerjaan yang tidak berkualitas maupun kegiatan yang tidak mencapai target yang sudah disepakati bersama dalam perubahan APBD ini,” pesan Junaidi sebagai masukan dari Fraksi-Fraksi DPRD.
DPRD HSU meminta agar setiap pengelola anggaran dalam mengelola APBD 2026 mengacu pada prinsip efesiensi, efektifitas, transparansi, kepatutan, keadilan anggaran serta disiplin anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran sesuai apa yang telah direncanakan dan disepakati dalam perubahan APBD tahun anggaran 2026.
“Kami sepakat bahwa pembahasan perubahan APBD tahun anggaran 2026 harus didasari arah kebijakan dan tema pembangunan yang telah tertuang di dalam dokumen perencanaan RPJMD tahun 2025- 2029, dimana pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dalam rangka pengembangan perekonomian dan pertanian serta peningkatan profesionalisme aparatur dan kualitas sumber daya manusia,” tandasnya.
Baca juga: Krisis Air Pemadaman Karhutla di Kalsel, Pemerintah Siapkan Sumur Bor

Sementara, Bupati HSU H Sahrujani menyampaikan tanggapan sekaligus pendapat akhir kepala daerah terhadap hasil pembahasan anggaran tersebut menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dan dukungan terhadap pengambilan keputusan terhadap perubahan APBD 2026.
Menurutnya, langkah ini memberikan landasan hukum yang jelas bagi Pemkab HSU untuk melaksanakan penyesuaian pendapatan dan belanja, serta mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan guna menjawab kebutuhan masyarakat di sisa tahun anggaran berjalan.
Dia berharap tanggung jawab dan amanah ini dapat dijalankan demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten HSU.
Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan persetujuan dokumen yang dilakukan Bupati HSU bersama Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten HSU. (Kanalkalimantan.com/dew)
Reporter: dew
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluEl Nino Sebabkan Situasi Hidrologis Kalsel Semakin Menurun
-
HEADLINE2 hari yang laluKrisis Air Pemadaman Karhutla di Kalsel, Pemerintah Siapkan Sumur Bor
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluMenembus Kabut Asap di Bawah Fly Over Banjarmasin Anak Muda Berbagi Masker
-
Kalimantan Selatan2 hari yang lalu11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Terkait Karhutla
-
HEADLINE2 hari yang laluKemenhut Bekukan Izin PT MPK di Kalbar Gegara Karhutla Berulang
-
HEADLINE2 hari yang laluKelelahan Nyaris Pingsan Hadapi Asap Tebal Karhutla di Palangka Raya





