Connect with us

Bisnis

Muscab VII Hipmi Banjarbaru, Sigap Posisikan Potensi Ekonomi Ibu Kota

Diterbitkan

pada

BPC Hipmi Kota Banjarbaru menggelar Muscab VII di aula Gawi Sabarataan Balai Kota Banjarbaru, Kamis (7/5/2026) siang. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Banjarbaru menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII di aula Gawi Sabarataan Balai Kota Banjarbaru, Kamis (7/5/2026) siang.

Ketua Umum Hipmi Kota Banjarbaru, Fajar Saputra mengatakan, Muscab ini adalah momentum bersejarah karena tak hanya ajang pergantian nakhoda, tetapi juga manifestasi sehatnya demokrasi dan regenerasi di tubuh Hipmi.

“Kegiatan ini sekaligus penentu arah kepemimpinan dan program kerja ke depan,” ujar Fajar.

Baca juga: Perkuat Peran Opinion Maker Jaga Optimisme Ekonomi Kalimantan

Ketua Umum Hipmi Kota Banjarbaru, Fajar Saputra. Foto: fahmi

Sebagai wadah pengusaha muda, Hipmi Banjarbaru berupaya menjalankan amanah organisasi, membangun kolaborasi, dan memperkuat peran inti.

Tak lupa, dirinya berterima kasih kepada pengurus sebelumnya yang sudah mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga demi menjaga marwah organisasi.

Di bawah kepemimpinannya dalam satu tahun kebelakang, Hipmi Kota Banjarbaru melewati berbagai tantangan ekonomi, baik secara nasional maupun global.

Baca juga: Catat Tanggalnya! MTB Fun Enduro 14 Km di Sungai Ulin Banjarbaru

“Hipmi Banjarbaru telah membuktikan bahwa kita bukan saja sebagai penonton, tapi sebagai aktor aktif dalam pemulihan ekonomi daerah,” jelas Fajar.

Perjuangan belum selesai karena estafet kepemimpinan akan diserahkan kepada pemimpin selanjutnya dengan harapan Hipmi Kota Banjarbaru bisa berkembang lebih jauh lagi.

Fajar menyatakan, Kota Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kini menjadi radar investasi nasional. Oleh karena itu, pihaknya mesti lebih sigap memposisikan Banjarbaru sebagai pintu gerbang Kalsel mengingat letaknya yang strategis.

 

Pengusaha lokal tidak boleh dibiarkan menjadi penonton di rumah sendiri. Peluang wajib dijemput guna menciptakan kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta.

Baca juga: DPRD Kalsel Bahas Sengketa Tanah Sidomulyo 1: Warga Tak Puas, TNI AD Kukuh Kepemilikan

“Titip dua kata kunci, kolaborasi dan adaptasi terkait teknologi. Dunia usaha saat ini berjalan sangat cepat, artinya pengusaha yang gagal pada teknologi akan tertinggal,” ungkapnya.

Hipmi Kota Banjarbaru harus memastikan, pertumbuhan ekonomi Ibu Kota Kalsel berdampak terhadap pengusaha-pengusaha di Kota Banjarbaru.

Sementara Ketua Umum Hipmi Kalsel, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli menyebut, Muscab adalah kegiatan wajib yang menguatkan kaderisasi dan regenerasi.

Ketua Umum Hipmi Kalsel, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli. Foto: fahmi

Baca juga: Wabup Kapuas Hadiri Deklarasi dan Pengukuhan Perpukadesi

Qomal mengakui target pemenuhan anggota telah tercapai dari semula berjumlah 500 sekarang mencapai 1.000 orang.

“Jadi kawan-kawan semua, PR Hipmi itu tidak mudah. Apalagi dalam proses kita melihatnya menjadi kader-kader yang terbaik,” katanya.

Muscab menjadi ajang evaluasi untuk menjaga hal-hal baik di kepengurusan sebelumnya agar tetap dipertahankan. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mencontoh tokoh-tokoh Hipmi yang berkontribusi dan berprestasi, sehingga ada pelajaran yang bisa dipetik.

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah belajar gagal gratis, meskipun kader Hipmi biasa ditertawakan, ditolak, dan dikritik, tapi tetap berdiri. Itulah yang membuat kader-kader Hipmi mempunyai mental kuat.

Baca juga: Kejar Perekaman e-KTP 90 Persen, Disdukcapil Kapuas Aktifkan Kembali Jarkomdat

“Kita belajar berhidmat di Hipmi, sehingga mental itu akan selalu kuat dan terus bertambah wawasan, bagaimana kita berhadapan dengan mahluk-mahluk sosial,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni menuturkan, Pemerintah Kota Banjarbaru sangat terbantu dengan adanya Hipmi yang terus melahirkan pengusaha-pengusaha muda membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni. Foto: fahmi

Pengusaha muda memiliki posisi yang sangat krusial dalam membangun daerah seiring perubahan dinamika ekonomi.

 

Baca juga: 183 Calon Haji Banjarbaru Dilepas Menuju Asrama

“Kehadiran wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan adaptif menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Untuk mewujudkan pembangunan Kota Banjarbaru yang elok, maju, adil, dan sejahtera, fondasi utamanya terletak pada kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Pihaknya meyakini apabila pemerintah dan pelaku usaha berjalan beriringan, maka pembangunan akan berjalan lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Kami berharap melalui Muscab ini akan lahir kepemimpinan yang kuat, di mana program kerja yang komprehensif, serta semangat kebersamaan yang semakin solid,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca