Connect with us

kampus

AJI Persiapan Banjarmasin Ungkap Persoalan Pers Mahasiswa di Kalsel

Diterbitkan

pada

Kepala Bidang Pendidikan AJI Persiapan Banjarmasin, Donny Muslim saat menjadi pemateri dalam Penguatan Ekosistem Pers Mahasiswa Banjarmasin, Minggu (12/4/2026). Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banyaknya kekerasan yang dialami Pers Mahasiswa (Persma) menarik perhatian Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persiapan Banjarmasin.

Hal itulah yang melatarbelakangi mereka menggelar pelatihan khusus kepada Persma dalam bentuk Penguatan Ekosistem Pers Mahasiswa Banjarmasin, per tanggal 11-12 April 2026.

Riset Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menunjukkan bahwa sebanyak 54,6% Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) pernah mengalami kekerasan akibat kerja jurnalistik, mulai dari ancaman, intimidasi, teror, sampai skorsing.

Baca juga: Banua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas

Total ada 211 kasus kekerasan yang menimpa Persma dalam periode 2023-2025. Kekerasan tertinggi ada di LPM di Jawa Timur sebanyak 24,2%, kemudian ada Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Bidang Pendidikan AJI Persiapan Banjarmasin, Donny Muslim mengatakan, LPM di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya di Kota Banjarmasin ikut mengalami hal serupa.

Berdasarkan forum konsolidasi AJI Persiapan Banjarmasin bersama LPM se-Kota Banjarmasin, identifikasi masalah yang ditemukan diantaranya lemahnya kompetensi awak redaksi Persma, intervensi akibat ketidakpuasan berita yang dikeluarkan, serta pendanaan yang minim.

“Ini jadi alasan kamu melakukan pendekatan ke LPM karena AJI perhatian ke kasus kemerdekaan pers dan kekerasan jurnalis,” ungkap Donny.

Baca juga: Tim Verifikasi KONI Kalsel Cek Kesiapan Tuan Rumah Porprov XIII 2029 ‎

Pihaknya akan menanyakan kampus-kampus tentang tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) Dewan Pers dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 2024 karena efektivitasnya dinilai belum signifikan bagi Persma.

“Masalah pemberitaan di LPM bisa diselesaikan di Dewan Pers untuk mengurangi ancaman-ancaman kekerasan yang dialami Persma,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca