PUPR PROV KALSEL
Perkuat Sistem Manajemen Mutu Laboratorium, Dinas PUPR Kalsel Gelar In House Training
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar In House Training Implementasi SNI ISO/IEC 17025:2017, di Banjarmasin, Kamis (11/9/2025).
Kegiatan itu dalam upaya memperkuat sistem manajemen mutu laboratorium serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil uji konstruksi, Laboratorium Bahan Konstruksi.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini berfokus pada persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, sebagai bagian dari persiapan menuju asesmen akreditasi ulang setelah sebelumnya sempat mengalami pencabutan status akreditasi.
Baca juga: Perkuat Sinergi Kepemudaan, Pemprov Kalsel Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan Daerah

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel, Widhe Prima Duanda, yang diwakili oleh Kepala Seksi Kemitraan dan Pengendalian Mutu, Muchlidani.
“Implementasi SNI ISO/IEC 17025:2017 sangat penting bukan hanya untuk memenuhi syarat akreditasi, tapi juga agar hasil uji yang kita hasilkan memiliki keabsahan dan diakui secara nasional maupun internasional,” ujar Muchlidani dalam sambutannya.
Ia berharap seluruh personel laboratorium, termasuk dari bagian tata usaha, pengujian, bisa mengikuti pelatihan ini secara aktif dan mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari.
Baca juga: Silaturahmi ke Bupati Banjar, Bank BTN Banjarbaru Bahas Potensi Kerja Sama
Dalam pelatihan ini, peserta juga dibekali pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman terhadap implementasi standar SNI 17025.
Muchlidani menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebagai bentuk efisiensi sekaligus jaminan peningkatan kompetensi.
“Akhir dari pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga membentuk budaya kerja yang bertanggung jawab dan berintegritas dalam setiap proses pengujian yang dilakukan,” tambah dia.
Apalagi, sambung dia, Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel sempat kehilangan akreditasi akibat berbagai kendala teknis dan administratif.

Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan, baik dari publik maupun lembaga sertifikasi, terhadap integritas hasil pengujian yang mereka lakukan.
“Ini langkah awal kita untuk membuktikan bahwa laboratorium ini layak diakui kembali secara resmi. Semua personel harus satu visi, karena akreditasi bukan hanya soal dokumen, tapi soal sistem yang hidup dalam kerja sehari-hari,” pungkas dia.
Sementata itu, Narasumber dari Badan Standardsasi Nasional (BSN), Hara Isidoro Simarmata, yang memberikan pendalaman materi langsung terkait penerapan standar 17025:2017.
Baca juga: Target Juara II, Astambul Malah Jadi Juara Umum MTQN Ke-48 Kabupaten Banjar
Ia menekankan bahwa pelatihan ini sangat penting, khususnya menjelang asesmen laboratorium yang direncanakan akan dilaksanakan di akhir bulan.
“Untuk menjadi laboratorium yang berintegritas, kompetensi adalah syarat mutlak.
Maka, pelatihan ini bukan hanya formalitas, tapi bagian dari pembuktian bahwa kita siap mendapatkan kembali akreditasi,” ujar Hara.
Pelatihan ini dijadwalkan berakhir pada Jumat (12/9/2025) dan akan diikuti dengan penyusunan dokumen teknis serta simulasi asesmen internal sebagai bagian dari proses revitalisasi laboratorium ke arah yang lebih profesional dan akuntabel. (kanalkalimantan.com/MCKalsel/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang lalu2.200 Pesepeda Ramaikan HSU Bangkit Bike Fest 2026
-
Budaya2 hari yang lalu10 Penulis Terpilih WSFest 2026 Angkat Isu Lingkungan Budaya Kalsel
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluFASI 2026 HSU Digelar, Mencetak Generasi Berkarakter
-
kampus1 hari yang laluULM Gelar Pemilihan Rektor, Pendaftaran Dibuka Menjaring Bakal Calon
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UP2B Kalselteng Perkuat Keandalan Kelistrikan Upgrade GI Selat
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas dan Sekda Hadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng





