HEADLINE
Lonjakan Cabai Rawit di Pasar Bauntung Banjarbaru, Tembus Rp100 Ribu per Kilogram
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Harga cabai rawit alami lonjakan di wilayah Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satunya di Pasar Bauntung Banjarbaru.
Selama lebih dari satu pekan, para pedagang mengeluhkan gejolak harga cabai rawit yang berada di angka Rp70 hingga Rp90 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru, Aji mengakui kenaikan harga cabai rawit ini terjadi secara bertahap.
Baca juga: Bermalam di IKN, Jokowi Mengaku Tak Tidur Nyenyak

“Dari harga saya beli awal Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogramnya, naik lagi jadi Rp70 ribu per kilogramnya, suduh semingguan (Satu pekan, red) lebih naik,” beber Aji.
Dengan lonjakan harga itu, Aji terpaksa menjual dengan harga yang tak menentu. Seperti satu ons cabai rawit diharga Rp10 ribu, sedangkan setengah ons Rp5 ribu.
“Dijualnya ga mesti, satu kilogram itu kalau dijual Rp8-Rp9 ribu per onsnya rugi,” ujar Aji, Kepada Kanalkalimantan.com, Senin (29/7/2024) siang.
Baca juga: Ini Temuan Bawaslu Kalsel Selama Proses Coklit di 13 Kabupaten Kota
Sedangkan harga cabai merah besar Aji menyebutkan berada di angka Rp 35 ribu per kilogram, dan harga cabai rawit tiung Rp65 ribu per kilogram.
Dirinya menduga kenaikan harga cabai rawit menjadi mahal di antara cabai lainnya, salah satunya dipicu faktor cuaca dan gagal panen.
Sementara itu pedagang cabai lainnya, Yayuk mengaku harga cabai rawit mengalami kenaikan sejak dua pekan berjalan.
Baca juga: Sinergi PLN-PWI Kalbar Menggelar UKW 2024
“Naik, sudah dua minggu (Dua pekan, red), saya ambil dari Pasar Sekumpul Martapura yang biasanya ada datang dari Kandangan sampai Pelaihari,” ungkap Yayuk.
Yayuk mengaku membeli cabai rawit ini di Pasar Sekumpul Martapura dengan harga Rp90 ribu per kilogram. Kemudian dia menjual per kilogram dengan kisaran harga Rp100 ribu-Rp110 ribu.
“Kalau satu ons cabai rawit bisa jual Rp10 ribu,” sambungnya.
Baca juga: Mutasi Jabatan di Polda Kalsel, Kapolres Batola dan Tabalong Berganti
Senada dengan Aji, dirinya menduga faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai rawit.
“Stoknya ada saja, tapi tidak tahu kenapa naik, mungkin karena cuaca,” katanya.
Kenaikan harga cabai rawit ini pun langsung dirasakan kosumen. Ila mengaku tetap membeli cabai rawit meski harganya terus naik.
“Saya pantau selama semingguan ini naik, tapi mau gimana kalau sudah naik, harus tetap beli untuk kebutuhan,” tandas Ila. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluBersih Sampah di Pasar Galuh Cempaka, Wali Kota Lisa Turun Tangan
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluEtalase Budaya Kalsel Teranyar di TMII: Dermaga Pasar Terapung Diresmikan
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluBanjarmasin Usulkan Perluasan Wilayah ke Aluhaluh
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Perbaiki Pipa Bocor di Jalan Gubernur Syarkawi, Ini Wilayah yang Terdampak
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UIP3B Kalimantan Gelar Clean Energy Day, Dorong Perubahan Gaya Hidup Rendah Emisi
-
Olahraga23 jam yang laluBanua Criterium Challenge, Pemanasan Atlet Triathlon Kalsel Menuju Kejurnas






