Sport
Barito Putera Kehilangan Puncak Klasemen Setelah Kalah Tipis
YOGYAKARTA, Tim Barito Putera akhirnya lengser dari puncak klasemen sementara Liga 1 karena dikalahkan PS Tira dengan skor tipis 0-1 di Stadion Sultan Agung Bantul Yogyakarta, Senin (4/6). Barito Putera turun ke peringkat ke dua, digeser PSM Makasar yang baru bermain seri 1-1 di kandang Persipura Jayapura. Sedangkan PS Tira yang awalnya di peringkat 16 naik menjadi peringkat 10 berkat poin penuh tiga atas Barito.
Pelatih kepala Barito Putera Jacksen F Thiago mengakui jika persaingan pada musim Liga 1 kali ini sangatlah ketat.
“Satu kemenangan saja bisa mempengaruhi signifikan peringkat di klasemen ini, karena tiap tim selisih poinnya tak berbeda jauh di Liga 1 ini,” ujar Jacksen ditemui usai laga di stadion Bantul.
Jacksen menilai selisih poin antar tim peringkat paling bawah atau yang di peringkat 18 tak bed jauh dengan tim yang menduduki peringkat paling atas yang di peringkat 1. Misalnya saat ini penghuni peringkat terbawah adalah PSIS Semarang dengan total poin 11 sedangkan peringkat teratas dikantongi PSM Makasar dengan total poin 21.
Jacksen menuturkan kesalahan kecil bisa membuat tim mengalami kekalahan. ia pun melihat saat melawan PS Tira ini, timnya juga tak seperti laga-laga sebelumnya. Semangat dan pola pikir bermain baru muncul pada babak kedua.
Ketatnya persaingan Liga 1 ini menurut Jacksen tak bisa dilepaskan dari perubahan regulasi yang dilakukan sejak musim kompetisi sebelumnya. “Regulasi kemarin untuk U-23 membuat tim yang mungkin tidak begitu kuat dari aspek finansial tapi punya materi pemain muda kuat tetap bisa ikut bersaing,” ujarnya seperti dilansir tempo.co.
Namun menurutnya harus diakui pula jika musim kompetisi kali ini tim yang punya finansial lebih kuat bisa membentuk tim yang lebih kuat lagi. “Jadi musim ini bisa dibilang regulasinya cukup berimbang karena semua tim sama sama keluarkan dana cukup besar untuk saling bersaing,” ujarnya.
Jacksen tak setuju dengan anggapan bahwa Barito kalah dari PS Tira karena sejumlah pemain andalannya absen karena harus memperkuat Tim Nasional atau Timnas Indonesia. “Kalau faktor beberapa pemain yang dipanggil Timnas saya rasa tidak terlalu berpengaruh. Anda tahu Firli, Musafri, siapa yang meragukan kemampuan mereka. Kemampuan pemain sebenarnya sama,” ujarnya.
Menurut Jacksen Tiago pemain sebagus apapun kalau peran pemain yang lain dimatikan juga tidak bisa berkembang dan hanya menghasilkan kekalahan.(pri/tmp)
Editor : Chell
-
kampus3 hari yang laluPJTD LPM Warta JITU 2026 Mendidik Calon Jurnalis Muda
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluTim Ahli Gubernur Kaltim Diminta Benahi Kebijakan Rudy Mas’ud
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
HEADLINE3 hari yang laluPertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil
-
Infografis Kanalkalimantan1 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung






