Kabupaten Banjar
Hadapi Pilkada 2024, 870 PPS Kabupaten Banjar Dilantik
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) M Noor Aripin melantik 870 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 se-Kabupaten Banjar, Minggu (26/5/2024) di Hotel Grand Qin, Banjarbaru.
Noor Aripin menyampaikan, ratusan anggota PPS yang dilantik akan bertugas di 277 desa dan 13 kelurahan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banjar serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.
Baca juga: 657 Anggota PPS se Kabupaten HSU Dilantik untuk Pilkada 2024

“Untuk setiap petugas di desa maupun kelurahan diisi 3 anggota PPS dan alhamdulillah 30 persen lebih keterwakilan perempuan terpenuhi, dengan artian petugas perempuan diprioritaskan,” ungkap dia.
Mewakili Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Asisten Pemerintahan dan Kesra H Masruri mengucapkan selamat kepada anggota PPS yang baru dilantik.
Dia berharap anggota PPS dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan rasa tanggungjawab, terus berkomitmen dan memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas serta fungsinya masing-masing.
Baca juga: Empat DPC Ikadin di Kalsel 2023-2026 Dilantik

Untuk itu jaga kekompakan, integritas dan transparansi,” imbau dia.
Pelantikan turut dihadiri Ketua KPU Provinsi Kalsel Andi Tenri Sompa, unsur Forkopimda Banjar, Wakil Ketua II DPRD Akhmad Rizanie Anshari, perwakilan Bakesbangpol serta sejumlah undangan. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar/kk)
Reporter: kk
Editor: Dhani
-
HEADLINE2 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
-
Bisnis2 hari yang laluRumah Produksi Bigfast Diresmikan, Wali Kota Lisa: Terus Perluas Jangkauan Pasar
-
Budaya3 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Banjar Rotasi Empat Pejabat, Berikut Nama-namanya
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Intan Banjar Serahkan Dividen untuk Pemkab Banjar
-
Bisnis2 hari yang laluTerus Naik, Investasi di Kalsel Mencapai Rp35 Triliun pada 2025






