Hukum
Minum Soda Dicampur Kecubung , 4 Perempuan Masuk RS, 1 Diantaranya Tewas
RANTAU, Empat perempuan harus dilarikan ke RSUD Datu Sanggul Rantau, Kabupaten Tapin, setelah menenggak minuman soda yang diduga dicampur racikan kecubung pemberian pria tak dikenal, Minggu (23/4) malam lalu. Dari empat orang tersebut, 2 orang sudah pulih dan pulang ke rumah, 1 orang masih kritis di RS, dan seorang lagi meninggal dunia.
Empat perempuan yang diduga mengalami keracunan tersebut adalah SR (23), asal Salambabaris yang kondisinya sudah pulih, DS (28) asal Binuang juga sudah pulih, lalu RP (20) asal Binuang masih dalam keadaan kritis di RSUD Datu Sanggul, dan terakhir HS (25) asal Kampung Bakau, yang dinyatakan telah meninggal dunia.
Salah seorang korban, DS sempat mengatakan kepada wartawan, dirinya pada malam Senin meminum minuman yang diberi seseorang.
“Setelah itu, Senin siang mulai pusing kepala, hingga badan terasa loyo. Lalu di bawa ke RSUD Datu Sanggul,” jelasnya. Ketika itu, dia tak mengetahui jenis minuman apa yang diberikan kepada dia dan rekan-rekannya tersebut.
HS bersama tiga rekannya berinisial RP, SR dan DS serta seorang sopir truk mengkonsumsi minuman bersoda. Dua hari setelah mengkonsumsi minuman itu, kondisi korban dan tiga rekannya memburuk dan dilarikan ke Puskesmas Salam Babaris untuk mendapatkan pertolongan. “Korban dan tiga rekannya yang kritis sempat dirawat petugas medis puskesmas tetapi nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan jenazahnya dibawa ke RSUD Datu Sanggul,” demikian informasi yang dihimpun di lokasi kejadian.
Sementara itu Kaur Humas Polres Aipda Puriyaji, mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan rekan korban yang masih mendapat perawatan medis. “Pengakuan salah seorang rekan korban, mereka mengkonsumsi minuman bersoda yang dicampur racikan buah kecubung yang menimbulkan efek memabukkan sehingga membuat kondisi mereka kritis,” sebutnya.
Kasus ini menyita perhatian jajaran Polres Tapin, bahkan dua polsek turut dilibatkan menyelidiki kasus tersebut, yaitu Polsek Salba dan Polsek Bungur.
Sementara itu, Kapolres Tapin AKBP Bagus Suseno SIK mengatakan empat perempuan yang masuk RSUD Datu Satunggul Tapin itu, bukan karena miras atau minuman oplosan. “Saya tegaskan empat perempuan masuk rumah sakit itu bukan minuman oplosan. Penyebabnya indikasinya karena minum kecubung,” jelas AKBP Bagus.
Dari pemeriksaan sementara di tempat kejadian perkara, tidak ditemukan bahan atau motol terkait miras atau oplosan. “Begitu juga pengakuan korban, mereka mengaku tidak meminum minunam miras atau oplosan, tetapi meminum sesuatu yang diberi seseorang, saat berada di sebuah warung,” jelasnya.
Saat ini, Polres masih mencari pria yang memberikan minuman tersebut kepada empat perempuan tersebut.(rico)
Editor : Chell
-
kampus2 hari yang laluPJTD LPM Warta JITU 2026 Mendidik Calon Jurnalis Muda
-
Kalimantan Timur2 hari yang laluTim Ahli Gubernur Kaltim Diminta Benahi Kebijakan Rudy Mas’ud
-
Kriminal Banjarmasin2 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
HEADLINE2 hari yang laluPertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil
-
Infografis Kanalkalimantan1 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis1 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung






