Kota Banjarbaru
Kasus DBD Banjarbaru Alami Lonjakan, Terbanyak Menyerang Anak-Anak
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarbaru melonjak tajam. Tercatat per Juli 2022 Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mendapati DBD ada 47 kasus.
Dibandingkan tahun 2021 lalu hanya 16 kasus. Hal ini naik tiga kali lipat dari tahun 2021 lalu.
Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, dr Danny Indrawardhana mengakui, saat ini kasus DBD yang ditangani di RSD Idaman Banjarbaru paling banyak terjadi pada anak-anak.
“Paling banyak yang masuk ke rumah sakit adalah anak-anak dibandingkan orang dewasa,” katanya usai kegiatan Forum Konsultasi Publik RSD Idaman, Jumat (2/9/2022).
Baca juga : Wacana BBM Naik, 17 Ton Pertalite dan Solar Ditimbun di Gudang Ilegal di Samarinda
Walau mengalami lonjakan, dikatakan dr Danny tidak ada pasien yang kritis hingga dirawat di ICU. Pun dengan pasien DBD yang ditangani di rumah sakit kondisinya sudah demam yang terlampau tinggi dan mengalami kebocoran plasma. Sehingga penanganan yang diberikan adalah dengan segera memberi cairan infus.
RSD Idaman Banjarbaru selalu siap menerima pasien DBD terlebih yang sudah mengalami puncak gejala.
“Sejauh ini semua pasien DBD di rumah sakit tidak ada kritis yang harus mendapatkan perawatan intensif,” ujarnya.
Terpenting, kata dr Danny, bagi orangtua khususnya agar menjaga kondisi anak dengan pemberian nutrisi dan cairan yang terpenuhi. Jika anak mengalami demam maka harus segera diatasi dengan pemberian paracetamol sesuai dosis.
Baca juga : Air dan Ikan di Sungai Barito Terkontaminasi Mikroplastik, Ini Bahayanya bagi Manusia
Kunci dari penanganan pasien DBD kata dr Danny adalah pemenuhan cairan. Dengan itu maka kondisi pasien atau penderita bisa lebih cepat dipulihkan.
Selain itu juga penerapan 3M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, plus menghindari gigitan nyamuk, tidur menggunakan kelambu dan menyalakan obat nyamuk.
Demi memberikan pelayanan yang baik bagi pasien kata dr Danny pihaknya terus meningkatkan pelayanan di unit gawat darurat. Pasalnya rumah sakit yang merupakan fasilitas rujukan biasanya akan menerima pasien yang kondisinya sudah cukup parah.
Sementara itu di Kota Banjarbaru sendiri ada 13 kelurahan yang menjadi daerah endemik DBD, sisanya tujuh kelurahan lain menjadi daerah dengan penyebaran yang sporadis.
Baca juga : Canggih, Bandar Kirim Sabu ke Lapas Narkotika Samarinda Pakai Drone
Tujuh daerah yang termasuk dalam sporadis adalah Kelurahan Sungai Tiung, Bangkal dan Palam, sementara di Kecamatan Banjarbaru Utara ada Loktabat Utara dan di Landasan Ulin ada Landasan Ulin Tengah, sementara di Kecamatan Liang Anggang semua daerah sporadis.
Sementara daerah tertinggi sebanyak 12 kasus DBD ada di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin yang setiap tahun selalu ada kasus dan tinggi.
Dua kecamatan yang menjadi daerah endemik DBD adalah Landasan Ulin dan Banjarbaru Selatan, dimana semua kelurahannya adalah daerah endemik.(Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang lalu53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
Pemprov Kalsel3 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluIni Daftar Nama 106 Pejabat Pemkab Kapuas yang Baru Dilantik
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluWali Kota Banjarbaru: Perjuangan Veteran Dilanjutkan dengan Semangat Membangun




