Kota Banjarbaru
Tak Ada Drainase, Aliran Air Ambrukkan Pondasi Dekat Siring Kemuning
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hujan lebat beberapa waktu lalu mengakibatkan salah satu pondasi rumah warga ambruk dan menghantam taman mini Siring Kemuning, dekat jembatan kembar Kelurahan Sungai Besar.
Sebab musabab, ternyata di sekitar rumah warga tidak terbangun drainase aliran air ke sungai.
Ada beberapa lampu taman, bola taman untuk tempat duduk dan tanaman hias mengalami kerusakan akibat reruntuhan pondasi rumah warga tersebut.
Salah seorang warga, Novi menerangkan ambruknya pondasi penahan tanah tersebut terjadi pada Senin (31/1/2022) lalu.
“Senin lalu terjadi hujan lebat dan mengakibatkan pondasi tanah tersebut ambruk,” ucapnya.

Baca juga : Tolak Peradilan Sesat, 75 Tokoh Ajukan ‘Amicus Curiae’ Perkara Jurkani
Dikatakan Novi, ada beberapa tiang lampu taman yang tertimpa reruntuhan ambruknya pondasi milik warga tersebut dan hingga saat ini dibiarkan begitu saja.
“Hingga saat ini belum dilakukan pembersihan oleh siapapun,” ungkapnya.
Sementara itu, anak pemilik tanah, Yogi mengatakan tanah itu memang milik keluarganya. Namun terkait pondasi merupakan bangunan yang dibangunkan pemerintah.
“Tanahnya milik kami, namun yang membuat pondasinya dari pemerintah saat normalisasi sungai,” ungkapnya.
Dikatakan Yogi ambruknya pondasi tanah tersebut disebabkan air hujan yang datang dari dataran tinggi tepatnya daerah Ratu Elok, karena tidak ada drainase yang terbangun sehingga air mengalir tidak beraturan menuju sungai.
Baca juga : Kalahkan Tokopedia, Shopee Jadi e-Commerce Terbanyak Digunakan Pada Akhir 2021
“Bila hujan lebat air akan mengalir tidak beraturan lewat jalan gang ini, karena tidak adanya drainase di jalan depan yang mengalirkan air ke sungai Kemuning,” jelasnya.
Terkait pembersihan reruntuhan dikatakan Yogi masih menunggu pihak terkait.
“Kemarin sudah dilakukan rapat dengan RT dan beberapa pihak untuk mencari jalan keluarnya, sementara dibiarkan tergelatak seperti itu,” tambahnya.
Dirinya mengharapkan adanya pembangunan drainase-drainase untuk mengatur lajur air dari dataran tinggi ke sungai guna menghindari hal sama terulang kembali.
“Sementara di sini dibuat pembatas untuk memecah arus air agar tidak ke tempat yang sama,” tuntasnya.(kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : cell
-
HEADLINE2 hari yang laluGaya Istri Gubernur Kalteng Kala Masyarakat Hirup Asap Pekat Karhutla
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluAsap di Palangka Raya Batasi Jarak Pandang Kurang dari 100 Meter
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluSaidi Mansyur Turun Langsung ke Titik Karhutla, Pastikan Pengendalian Berjalan Optimal
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluLahan di Guntung Ujung Terbakar, Petugas DPKP Kabupaten Banjar Padamkan dalam Waktu Cepat
-
Olahraga2 hari yang laluRaker KPOTI se Kalsel, Komitmen Mengembangkan Olahraga Tradisional
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPeduli Kesehatan Masyarakat, Sekda Banjar Pimpin Bagi-bagi Masker ke Masyarakat





